Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Buka Pendaftaran IHYA 2026, Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Oleh : Redaksi
Senin | 22-06-2026 | 10:08 WIB
Faisol-Riza.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka pendaftaran Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku industri yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem industri halal nasional.

Program penghargaan tahunan ini diharapkan mampu mendorong inovasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat daya saing produk halal Indonesia di pasar global.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia seiring pertumbuhan pasar produk halal yang terus meningkat, baik di dalam maupun luar negeri. "Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang berpartisipasi dalam IHYA 2026. Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional. Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa produk halal Indonesia tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat di tingkat global," ujar Faisol Riza dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, Kemenperin menghadirkan dua kategori baru, yakni Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Halal Terbaik dan Lembaga Pengelola Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pendukung Industri Halal Terbaik. Penambahan kategori tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam mendukung pertumbuhan industri halal nasional.

IHYA 2026 akan memberikan 22 penghargaan yang terbagi dalam tujuh kategori utama, meliputi perusahaan industri besar, perusahaan industri kecil dan menengah, perusahaan kawasan industri, lembaga pengelola sentra IKM, lembaga pemerintah, institusi pendidikan tinggi, serta lembaga jasa keuangan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada para pelaku industri yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.

Selain sebagai ajang apresiasi, IHYA 2026 juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan pelaku usaha menghadapi kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku pada 18 Oktober 2026. Kebijakan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga berbagai produk barang gunaan seperti tekstil, alas kaki, produk kulit, peralatan makan, dan produk kaca.

Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, IHYA berhasil menarik 1.031 peserta dari berbagai sektor industri. Tingginya jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya antusiasme pelaku usaha dalam mendukung pengembangan industri halal nasional.

Melalui penyelenggaraan IHYA 2026, Kemenperin berharap semakin banyak pelaku industri yang terlibat sehingga dapat memperoleh manfaat berupa penguatan jejaring bisnis, peningkatan kapasitas usaha, serta pengakuan atas kontribusi mereka terhadap perkembangan industri halal Indonesia.

Pendaftaran IHYA 2026 dibuka mulai 18 Juni hingga 24 Juli 2026 dan dapat diikuti secara gratis oleh seluruh pelaku industri yang memenuhi persyaratan. "IHYA adalah momentum transformasi. Kami mengundang seluruh pelaku industri untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung ekosistem industri halal nasional melalui IHYA 2026. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia sebagai pusat rantai pasok halal global," pungkas Faisol Riza.

Editor: Gokli