Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 21 Miliar di Halal Expo Canada 2026
Oleh : Redaksi
Senin | 22-06-2026 | 11:08 WIB
Halal-Expo-Canada-2026.jpg Honda-Batam
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada 10 Juni 2026 oleh KJRI Toronto bersama Atase Perdagangan RI di Ottawa, Mahdewi Silky, dan Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati. (Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia mencatat potensi transaksi perdagangan sebesar USD 1,18 juta atau sekitar Rp 21,07 miliar dalam ajang Halal Expo Canada 2026 yang berlangsung di The International Centre, Toronto, Kanada, pada 10-11 Juni 2026. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran produk halal terbesar di Kanada tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global.

Partisipasi Indonesia diwujudkan melalui Paviliun Indonesia yang digelar atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Toronto.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Toronto, Vevie Damayanti, mengatakan kehadiran Indonesia dalam Halal Expo Canada 2026 merupakan partisipasi kedua setelah sebelumnya mengikuti pameran serupa pada 2022. "Keikutsertaan ini merupakan upaya untuk menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan industri dan perdagangan produk halal di pasar Kanada," ujar Vevie Damayanti.

Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada 10 Juni 2026 oleh KJRI Toronto bersama Atase Perdagangan RI di Ottawa, Mahdewi Silky, dan Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati.

Dalam pameran tersebut, Indonesia menampilkan berbagai produk halal unggulan, antara lain kopi instan, permen kopi, biskuit, keripik buah, keripik udang, permen jahe, hingga bawang goreng. Produk-produk tersebut berasal dari perusahaan nasional dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah mengantongi sertifikasi halal.

Seluruh produk yang dipamerkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen muslim sekaligus menjawab tren permintaan produk halal yang terus meningkat di pasar internasional.

Di sela-sela pameran, perwakilan perdagangan Indonesia juga berpartisipasi dalam sejumlah lokakarya dan diskusi sebagai pembicara utama. Atase Perdagangan RI di Ottawa, Mahdewi Silky, memaparkan perkembangan perdagangan halal di kawasan Asia, termasuk tantangan industri, penguatan ekosistem halal, dan pentingnya kolaborasi regional.

"Halal kini makin menjadi bagian dari standar perdagangan global yang mencerminkan kualitas, kepercayaan, ketertelusuran, dan akses pasar. Dengan ekosistem halal yang terus diperkuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas kehadiran produk halalnya di pasar Kanada dan global," kata Silky.

Sementara itu, Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati, menjelaskan sistem sertifikasi halal Indonesia, termasuk prosedur pengajuan sertifikasi dan implementasi kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia.

"Sertifikasi halal bukan lagi dianggap sebagai suatu persyaratan, tetapi merupakan strategi bisnis yang dapat meningkatkan akses pasar dan kepercayaan konsumen, khususnya yang menargetkan pasar muslim. Halal menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen dalam memutuskan untuk membeli barang," ujar Silvi.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Indonesia juga mengundang pelaku usaha dan pengunjung pameran untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Melalui partisipasi pada Halal Expo Canada 2026, pemerintah berharap produk halal Indonesia semakin dikenal di pasar Kanada, memperluas jejaring bisnis internasional, serta memperkuat citra Indonesia sebagai produsen produk halal berkualitas dan berdaya saing global.

Editor: Gokli