Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Respons Aksi 'Rayap Besi', Wakil Kepala BP Batam Cek Langsung Terowongan Pelita
Oleh : Redaksi/Alex RS
Minggu | 14-06-2026 | 18:08 WIB
1406_li-claudia-di-terowongan-pelita-01.jpg Honda-Batam
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di kawasan Terowongan Pelita pada Sabtu (13/6/2026) malam, menyusul adanya aksi pencurian penutup drainase, atau yang dikenal dengan istilah 'rayap besi'. (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wakil Wali Kota Batam segaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyayangkan aksi vandalisme dan pencurian komponen penutup drainase yang terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Batam.

Li Claudia Chandra pun turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di kawasan Terowongan Pelita pada Sabtu (13/6/2026) malam, menyusul adanya aksi pencurian penutup drainase, atau yang dikenal dengan istilah 'rayap besi', di kawasan tersebut, yang teridentifikasi terjadi sekitar pukul 05.02 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah penutup drainase yang baru dipasang mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa bagian besi dilaporkan hilang diduga dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Suasana Terowongan Pelita pada Sabtu (13/6/2026) malam, saat Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di kawasan tersebut menyusul adanya aksi pencurian penutup drainase, atau yang dikenal dengan istilah 'rayap besi'. (Foto: Humas BP Batam)

Saat meninjau lokasi, Li Claudia menegaskan bahwa tindakan perusakan fasilitas publik tidak hanya menimbulkan kerugian materi bagi pemerintah, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Penutup drainase dipasang untuk mempercantik kawasan sekaligus mendukung fungsi infrastruktur. Ketika dirusak atau dicuri, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan karena aspek kenyamanan dan keselamatan ikut terganggu," ujar Li Claudia.

Ia mengatakan, BP Batam terus berupaya mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas sarana publik guna mendukung wajah Kota Batam yang lebih tertata dan nyaman.

Namun demikian, keberhasilan pembangunan tersebut, menurutnya, memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah tersedia.

"Kami terus bekerja menghadirkan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi dan kepedulian bersama agar hasil pembangunan dapat dinikmati dalam jangka panjang," katanya.

Suasana Terowongan Pelita pada Sabtu (13/6/2026) malam, saat Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di kawasan tersebut menyusul adanya aksi pencurian penutup drainase, atau yang dikenal dengan istilah 'rayap besi'. (Foto: Humas BP Batam)

Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan turut mengawasi aset-aset publik. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak fasilitas umum.

"Peran masyarakat sangat penting. Jika melihat tindakan yang mencurigakan atau mengarah pada perusakan fasilitas negara, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti," ujarnya.

Saat ini, BP Batam bersama aparat penegak hukum masih melakukan penelusuran guna mengungkap pelaku di balik aksi perusakan dan pencurian tersebut. Tindakan hukum akan diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai upaya memberikan efek jera.

Li Claudia menegaskan bahwa menjaga aset publik merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertata.

"Batam adalah milik kita bersama. Menjaga dan merawat fasilitas umum merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.

Editor: Surya