Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Tampil Perdana di London Tech Week 2026, Pamerkan Inovasi Startup dan Teknologi AI
Oleh : Redaksi
Kamis | 11-06-2026 | 14:48 WIB
LTW-2026.jpg Honda-Batam
Paviliun Indonesia dalam ajang London Tech Week 2026, memperkenalkan kemajuan ekosistem digital dan perkembangan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia kepada pasar global. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia untuk pertama kalinya menghadirkan Paviliun Indonesia dalam ajang London Tech Week 2026, salah satu pameran teknologi terbesar di dunia yang berlangsung di London Olympia, Inggris. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kemajuan ekosistem digital dan perkembangan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia kepada pasar global.

Partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Berlokasi di Booth 420 London Olympia, Paviliun Indonesia menampilkan enam perusahaan startup nasional yang bergerak di berbagai sektor teknologi, mulai dari layanan kesehatan digital (healthtech), platform pembelajaran berbasis AI, hingga solusi teknologi untuk mendukung pengembangan smart city.

Melalui partisipasi tersebut, para startup Indonesia berupaya memperkenalkan inovasi dan talenta digital dalam negeri sekaligus membuka peluang kemitraan, kolaborasi, serta investasi dari pelaku industri teknologi global.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, bersama Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, secara resmi membuka Paviliun Indonesia pada 8 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Desra menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di London Tech Week mencerminkan semakin pentingnya peran startup dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan riset, pengembangan teknologi, dan ekonomi digital.

"Partisipasi Indonesia di London Tech Week menunjukkan pentingnya kontribusi startup dalam memperkuat perekonomian nasional melalui inovasi, riset, dan pengembangan teknologi digital," ujarnya.

Sementara itu, Edwin Hidayat Abdullah menilai keikutsertaan Indonesia menjadi ajang strategis untuk menunjukkan kapasitas talenta digital nasional di tingkat internasional. "Ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya pasar teknologi, tetapi juga memiliki talenta unggul, inovasi yang kompetitif, dan kesiapan menghadapi ekonomi masa depan," katanya.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 2.400 startup yang aktif mengembangkan berbagai solusi teknologi. Nilai ekonomi digital Indonesia tercatat melampaui 90 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat hingga 200-300 miliar dolar AS pada 2030.

Selama London Tech Week berlangsung, delegasi Indonesia juga menggelar sejumlah agenda promosi untuk memperkenalkan potensi startup nasional kepada investor dan pemangku kepentingan global.

Pada 9 Juni 2026, para startup Indonesia mengikuti sesi masterclass dan pitching di hadapan investor, pendiri perusahaan teknologi, pembuat kebijakan, serta pemimpin ekosistem digital Inggris untuk mempresentasikan produk dan inovasi yang dikembangkan.

Selain itu, Indonesia turut ambil bagian dalam rangkaian Fringe Event London Tech Week pada 10 Juni 2026 dengan mengangkat tema pengembangan kecerdasan buatan dan talenta digital Indonesia melalui sesi fireside chat dan diskusi panel.

Keikutsertaan Indonesia dalam London Tech Week 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas bagi industri teknologi nasional.

Editor: Gokli