Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Paspornya Hilang, Petugas PPIH Bantu Pulangkah Mak Ijah ke Indonesia
Oleh : Saibansah
Senin | 08-06-2026 | 16:42 WIB
Mak-Ijah.jpg Honda-Batam
Jemaah haji asal Jakarta yang tergabung dalam Kloter JKG 4, Siti Khodijah (61) bisa pulang ke Indonesia meski paspornya hilang. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Jeddah - Seorang jemaah haji asal Jakarta yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) JKG 4, Siti Khodijah (61), sempat panik setelah mengetahui paspornya hilang saat proses kepulangan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).

Perempuan yang akrab disapa Emak Ijah itu mengaku sempat menangis karena khawatir tidak dapat kembali ke Indonesia bersama rombongan.

"Tadinya nangis, Emak. Katanya Emak enggak boleh pulang. Akhirnya Emak nangis," ujar Emak Ijah saat ditemui di Bandara Jeddah.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara segera melakukan penanganan darurat. Petugas memproses administrasi yang diperlukan untuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai dokumen pengganti paspor yang hilang.

Sekretaris Daker Bandara, Aruji Maswatu, mengatakan pihaknya langsung mengajukan permohonan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah agar SPLP dapat segera diterbitkan.

"Kami membuat permohonan ke KJRI untuk diterbitkan SPLP. Setelah dokumen tersebut terbit, selanjutnya akan kami ambil untuk digunakan dalam proses kepulangan jemaah," kata Aruji.

Selama menunggu proses penerbitan dokumen, Emak Ijah ditempatkan di fasilitas penginapan milik Daker Bandara di Hotel Ashil. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terjaga dan memperoleh tempat istirahat yang layak.

Selain itu, petugas juga menghubungi keluarga Emak Ijah di Indonesia untuk memberikan informasi mengenai situasi yang dihadapi. Upaya tersebut membantu menenangkan jemaah maupun keluarganya.

Menurut Aruji, setelah SPLP diterbitkan, pihak penyelenggara haji akan mengupayakan agar Emak Ijah dapat segera diberangkatkan ke Indonesia melalui penerbangan yang memiliki kursi kosong menuju Jakarta.

Atas bantuan yang diterimanya, Emak Ijah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para petugas haji yang mendampinginya sejak berada di Madinah, Makkah, hingga Bandara Jeddah.

Ia juga mendoakan para petugas agar diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas melayani jemaah haji Indonesia.

Bagi Emak Ijah, perjalanan ibadah haji tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-61 saat berada di Tanah Suci.

Menyikapi kasus tersebut, Daker Bandara mengimbau seluruh jemaah yang masih menjalani proses pemulangan agar lebih berhati-hati menjaga dokumen perjalanan, terutama paspor, dan tidak sembarangan mengeluarkannya dari tas penyimpanan yang dibawa selama perjalanan.

Editor: Dardani