Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pelanggan Perumda Tirta Tanjunguban Kaget Tagihan Membengkak Hingga Rp 700 Ribu
Oleh : Harjo
Senin | 08-06-2026 | 19:08 WIB
Rumah-Pelanggan.jpg Honda-Batam
Pelanggan Perumda Tirta Tanjunguban kaget tagihan naik hingga Rp 700 ribu. (Harjo/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Kepri di Tanjunguban, Sakti Indrawan, warga Kampung Jeruk, Kelurahan Tanjunguban, mengeluh karena membengkaknya tagihan hingga mencapai Rp 700 ribu sebulan. 

Padahal sudah bertahun-tahun, tagihan dari Perumda Tirta Tanjunguban tidak pernah mencapai Rp 100.000. Sementara penggunaan air di rumahnya yang hanya suami istri dengan pemakaian normal seperti biasanya.

"Selama ini, tagihan air tidak pernah lebih dari Rp 100.000, kali ini justru mencapai Rp 700.000, tentunya ini sangat memberatkan," ungkap Sakti Indrawan sambil menunjukkqn bukti tagihan bulan sebelumnya yang hanya sebesar RP 56.000.

Dijelaskan, atas melambungnya tagihan air dari Perumda Tirta Kepri Tanjunguban ini, dia sudah mendatangi kantor Perumda Tirta Kepri di Tanjunguban, sayangnya pihak petugas yang ada tidak menjelaskan secara rinci apa penyebab hingga tagihan membengkak. 

“Bukannya mendapatkan jawaban yqng masuk di akal, justru pihak Perumda Tirta meminta agar menyicil tagihan tersebut dan mengambil bukti tagihan. Sejak itu, bukti tagihan sudah sama petugas," terangnya.

Terkait tagihan tersebut, Sakti Indrawan mengaku belum membayar walaupun disuruh mencicil, karena selain tidak masuk akal apabila dibandingkan dengan pemakaian dan besarnya tagihan bulan-bulan sebelumnya. 

Kepala Perumda Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, yqng dipertanyakan apakah ada kenaikan harga air pertonnya, dia menyampaikan ada, tetapi tidak menjelaskan secara rinci. 

Sebaliknya, saat dipertanyakan terkait ada tagihan terhadap pelanggan yang melonjak naik hingga lebih dari 10 kali lipat dari sebelumnya, Sugito belum memberikan keterangan. Hanya mengomentari bukti tagihan sebelumnya yang hanya sebesar RP 56.000, yang menurutnya itu hanya beban saja.

Editor: Yudha