Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua Disabilitas Kalsel Apresiasi Layanan Haji Disabilitas
Oleh : Saibansah
Senin | 08-06-2026 | 16:29 WIB
Ketua-Disabilitas-Kalsel.jpg Honda-Batam
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalsel, Dr. M. Anshari, S. Th. I, MHI. C. SM. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Jeddah - Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Selatan, M. Anshari, mengapresiasi berbagai layanan yang dinilai semakin ramah bagi penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan perempuan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Anshari, yang juga merupakan jamaah haji tahun ini, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas upaya menghadirkan layanan haji yang lebih inklusif bagi jamaah berkebutuhan khusus.

Menurut dia, perhatian terhadap jamaah disabilitas dan lansia terlihat dari berbagai fasilitas yang disediakan sejak masa keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

"Sebagai penyandang disabilitas dan jamaah haji, saya merasakan langsung bagaimana aksesibilitas yang disediakan pemerintah sangat membantu," ujar Anshari dalam keterangan yang diterima Media Center Haji (MCH) 2026, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai fasilitas di asrama haji, hotel, transportasi, hingga sarana pendukung lainnya telah memberikan kemudahan bagi jamaah disabilitas dan lansia dalam menjalankan rangkaian ibadah.

Anshari juga mengapresiasi kerja sama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam menghadirkan layanan yang memperhatikan kebutuhan jamaah berkebutuhan khusus. Menurutnya, berbagai kebijakan dan fasilitas yang tersedia menunjukkan komitmen kedua negara untuk memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Selain fasilitas fisik, ia menyoroti peran petugas haji yang dinilai responsif dan memahami kebutuhan jamaah disabilitas maupun lansia.

"Saya melihat petugas haji sangat responsif, sabar, sopan, dan ramah. Mereka memahami kebutuhan jamaah disabilitas maupun lansia sehingga pelayanan yang diberikan sangat membantu," katanya.

Meski demikian, Anshari menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan pada penyelenggaraan haji di masa mendatang. Salah satunya adalah pendataan yang lebih rinci terhadap jamaah penyandang disabilitas dan lansia.

Menurut dia, data yang akurat akan memudahkan petugas dalam menyiapkan layanan sesuai kebutuhan masing-masing jamaah. Ia mengusulkan agar calon jamaah penyandang disabilitas memiliki dokumen atau keterangan khusus yang dapat menjadi dasar penyediaan fasilitas pendukung selama menjalankan ibadah haji.

Anshari juga menyoroti perlunya perhatian khusus bagi jamaah lansia yang mengalami demensia atau gangguan daya ingat. Menurutnya, kelompok tersebut memerlukan pendampingan dan pengawasan yang lebih intensif selama menjalankan ibadah.

Selain itu, ia mendorong penyediaan layanan tambahan berupa tenaga pendamping maupun penerjemah bahasa isyarat untuk membantu jamaah dengan kebutuhan khusus, terutama penyandang disabilitas sensorik.

Anshari berharap berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam penyelenggaraan haji ramah disabilitas dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Ia menegaskan bahwa aksesibilitas fasilitas, sikap inklusif petugas, dan pendataan yang akurat merupakan tiga aspek penting yang perlu terus diperkuat guna mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang ramah bagi seluruh jamaah tanpa terkecuali.

Editor: Dardani