Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KSOP Batam Pantau Evakuasi Kontainer MV Golden Star 1 yang Tenggelam di Selat Malaka
Oleh : Aldy
Senin | 08-06-2026 | 14:28 WIB
kontainer2.jpg Honda-Batam
Dari total 107 kontainer yang diangkut kapal kargo MV Golden Star 1, sebanyak 10 kontainer dilaporkan hanyut ke perairan Indonesia dan telah berhasil dievakuasi oleh petugas di sejumlah titik berbeda. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tiga hari setelah insiden tenggelamnya kapal kargo MV Golden Star 1 di perairan Selat Malaka, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam masih melakukan pemantauan intensif serta pengamanan di lokasi kejadian.

Dari total 107 kontainer yang diangkut kapal tersebut, sebanyak 10 kontainer dilaporkan hanyut ke perairan Indonesia dan telah berhasil dievakuasi oleh petugas di sejumlah titik berbeda.

Kepala Seksi Penjagaan dan Penegakan Hukum (Gakkum) KSOP Khusus Batam, Adi Rivai, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Distrik Navigasi Tanjungpinang telah melakukan pemasangan tanda navigasi di lokasi bangkai kapal menggunakan Kapal Negara Soratama P112.

"Kami bersama Distrik Navigasi Tanjungpinang telah turun ke lokasi menggunakan Kapal Soratama P112 untuk memasang penanda bahwa di area tersebut terdapat kerangka kapal yang tenggelam," ujar Adi, Senin (8/6/2026).

Ia menegaskan seluruh sembilan awak kapal dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius. Saat ini para kru yang seluruhnya merupakan warga negara Indonesia masih berada di Batam dan ditempatkan di Hotel BCC Penuin sambil menunggu proses lanjutan.

Terkait muatan kontainer, KSOP mencatat 10 unit telah ditemukan di beberapa lokasi, yakni tujuh kontainer di sekitar Pulau Putri, satu di Pantai Nongsa, satu di Belakang Padang, serta satu lainnya di Pulau Bokor.

Namun, keberadaan puluhan kontainer lainnya masih belum diketahui secara pasti. Dari total 107 kontainer, pihak KSOP menduga sebagian kemungkinan terbawa arus ke wilayah perairan Malaysia.

"Kami belum dapat memastikan ke mana sisanya hanyut. Ada kemungkinan sebagian berada di wilayah perairan Malaysia," kata Adi.

Hingga saat ini, KSOP juga belum dapat mengidentifikasi isi kontainer karena kewenangan tersebut berada di luar tugas instansi. Fokus utama saat ini adalah keselamatan pelayaran dan proses evakuasi di lapangan.

Sementara itu, penyebab tenggelamnya kapal MV Golden Star 1 masih dalam tahap penelusuran. Proses pengumpulan keterangan dari awak kapal belum optimal karena kondisi psikologis kru masih trauma pascakejadian.

"Kami belum bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut karena para kru masih mengalami trauma," ujarnya.

Investigasi lebih lanjut diperkirakan segera dilakukan setelah pemilik kapal menunjuk agen resmi di Batam, yakni PT Tirta Samudera Caraka.

Meski demikian, KSOP memastikan hingga kini belum ditemukan indikasi pencemaran laut akibat insiden tersebut di sekitar lokasi kejadian yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Singapura.

Sebelumnya, MV Golden Star 1 dilaporkan tenggelam pada Jumat (5/6/2026) malam di area Traffic Separation Scheme (TSS). Seluruh sembilan awak kapal berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan oleh KSOP Khusus Batam, sementara upaya pemantauan dan pencarian kontainer masih terus dilakukan hingga saat ini.

Editor: Gokli