Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Program MBG di SDN 009 Batam Kota Dihentikan Sementara, Orang Tua Siswa Pertanyakan Penyebab
Oleh : Aldy
Senin | 08-06-2026 | 13:48 WIB
MBG-009.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 009 Botania Garden, Kecamatan Batam Kota, dilaporkan berhenti beroperasi sementara mulai Senin (8/6/2026). Penghentian tersebut menimbulkan pertanyaan dari para wali murid, terutama karena terjadi di tengah sorotan kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).

Informasi penghentian sementara program MBG tersebut beredar melalui grup WhatsApp wali murid SDN 009 Botania Garden. Dalam pesan yang disebut berasal dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Belian 2, Fitri Handayani, disebutkan bahwa distribusi makanan dihentikan akibat keterlambatan pencairan dana bantuan pemerintah.

"Distribusi MBG dari SPPG Belian 2 berhenti operasional sementara dikarenakan keterlambatan pencairan dana bantuan pemerintah. Pemberhentian ini dimulai dari Senin, 8 Juni 2026 hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan," demikian isi pesan tersebut.

Dalam keterangan lanjutan, pihak SPPG meminta agar informasi tersebut diteruskan kepada para penerima manfaat serta berharap program dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak sekolah menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua siswa agar sementara waktu membekali anak-anak dengan makanan dari rumah. "Berhubung dengan informasi di atas, ananda bawa bekal dari rumah ya, karena MBG tidak ada untuk sementara waktu," tulis pihak sekolah dalam pesan kepada wali murid.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari SPPG Belian 2 terkait penyebab pasti keterlambatan pencairan dana yang disebut menjadi alasan penghentian sementara program tersebut.

Situasi ini memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua siswa. Pasalnya, penghentian program terjadi tidak lama setelah Kejaksaan Agung mengumumkan pengungkapan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program prioritas nasional.

Seorang wali murid mengaku belum menerima penjelasan rinci terkait penghentian program tersebut dari pihak sekolah maupun pengelola. "Kami belum dikasih tahu apa penyebab utama penghentian sementara MBG di sekolah anak kami. Hanya ada imbauan dari sekolah agar wali murid menyiapkan bekal dari rumah," ujarnya, Minggu (7/6/2026) malam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait penghentian sementara program MBG di SDN 009 Botania Garden, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Sebelumnya, Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menetapkan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pelaksanaan program MBG periode 2025-2026.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial DH selaku mantan Kepala BGN, SS selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, serta LP selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.

Penyidik menduga para tersangka memanfaatkan program MBG untuk menguntungkan yayasan tertentu yang diduga memiliki keterkaitan dengan mereka. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

Program MBG sendiri mulai dijalankan pemerintah pada Januari 2025 untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp85,27 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp268 triliun pada 2026 melalui APBN.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang mengaitkan penghentian sementara distribusi MBG di Batam dengan proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Agung. Pihak pengelola menyebut keterlambatan pencairan dana sebagai penyebab utama penghentian sementara program tersebut.

Editor: Gokli