Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Fasilitas Memadai, Pelayanan RSJKO EHD Tanjunguban Masih Jadi Sorotan
Oleh : Harjo
Kamis | 04-06-2026 | 13:48 WIB
0406_RSJKO-EHD-Tanjunguban_06.jpg Honda-Batam
RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Kabupaten Bintan. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, kembali menjadi sorotan terkait kualitas pelayanan kepada pasien. Padahal, dari sisi fasilitas dan sumber daya manusia, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu sudah cukup memadai.

Berdasarkan profil rumah sakit yang disampaikan manajemen, RSJKO EHD saat ini telah didukung berbagai fasilitas, mulai dari gedung pelayanan baru, instalasi gawat darurat (IGD), hingga gedung khusus pelayanan kesehatan jiwa. Selain itu, rumah sakit tersebut juga memiliki sejumlah dokter spesialis dari berbagai bidang yang dilengkapi jadwal praktik pelayanan.

Namun, kelengkapan fasilitas tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat. Keluhan terkait pola pelayanan, komunikasi petugas, hingga etika dalam melayani pasien masih kerap terdengar.

Tokoh masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi, menilai pelayanan kesehatan yang baik tidak cukup hanya ditunjang oleh fasilitas modern dan tenaga medis yang cukup. Tetapi juga harus dibarengi dengan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

"Pasien dan keluarganya datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Kehadiran tenaga kesehatan profesional dan fasilitas yang lengkap seharusnya mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," ujar Andi Masdar di Tanjunguban, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, masih adanya keluhan yang muncul menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di lingkungan RSJKO EHD. Ia meminta Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya Gubernur dan instansi terkait, memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Andi menilai manajemen rumah sakit perlu melakukan introspeksi dan pembenahan internal, terutama terkait pelayanan dan etika pegawai dalam berinteraksi dengan pasien maupun keluarga pasien.

"Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran besar dan keberadaan tenaga profesional tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan yang baik. Persoalan etika dan komunikasi harus menjadi perhatian utama," katanya.

Ia menduga, berbagai persoalan pelayanan yang muncul bisa saja dipengaruhi oleh komunikasi internal yang kurang efektif di lingkungan rumah sakit. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa peningkatan fasilitas fisik rumah sakit harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan. Menurutnya, masyarakat datang ke rumah sakit untuk memperoleh layanan kesehatan yang nyaman dan berkualitas, bukan justru menambah beban psikologis akibat pelayanan yang kurang memuaskan.

"Rumah sakit hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Ia juga berharap manajemen RSJKO EHD lebih fokus melakukan pembenahan dan evaluasi pelayanan dibandingkan sekadar menampilkan capaian fasilitas yang dimiliki. Di sisi lain, pengawasan dari instansi terkait juga perlu ditingkatkan agar setiap keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara serius.

Menurutnya, masukan dan kritik dari masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan, sehingga keberadaan RSJKO EHD benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Editor: Gokli