Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Keluhan Terus Berulang, Tokoh Masyarakat Desak Evaluasi Total Manajemen RSJKO EHD Tanjunguban
Oleh : Harjo
Selasa | 02-06-2026 | 17:08 WIB
Hamdani-Jebat.jpg Honda-Batam
Tokoh masyarakat Bintan Utara, Hamdani Jebat. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Meningkatnya keluhan masyarakat terkait pelayanan di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, memicu desakan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan manajemen rumah sakit tersebut.

Tokoh masyarakat Bintan Utara, Hamdani Jebat, menilai persoalan pelayanan di RSJKO EHD bukan lagi masalah baru. Menurutnya, keluhan serupa terus muncul dari tahun ke tahun dan telah menjadi persoalan yang berulang tanpa penyelesaian yang tuntas.

"Setiap kali muncul keluhan di media atau media sosial, pihak rumah sakit terkesan selalu memberikan berbagai argumentasi sebagai bentuk pembenaran. Padahal yang disampaikan pasien dan keluarga merupakan luapan kekecewaan atas pelayanan yang mereka rasakan," ujar Hamdani, Selasa (2/6/2026).

Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kualitas pelayanan tidak dapat hanya mengacu pada data internal atau rekaman CCTV milik rumah sakit. Pengalaman pasien dan keluarga sejak datang hingga meninggalkan rumah sakit juga harus menjadi bahan pertimbangan utama dalam evaluasi.

Menurut Hamdani, salah satu aspek yang sering dikeluhkan masyarakat adalah sikap, etika, dan cara petugas medis berinteraksi dengan pasien maupun keluarga pasien.

Karena banyaknya laporan dan keluhan yang terus berulang, ia menilai langkah pembinaan dan evaluasi rutin sudah tidak lagi cukup. Pemerintah dan instansi terkait, kata dia, perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh untuk mencegah persoalan yang sama kembali terjadi.

"Jika tidak ada perombakan, kejadian serupa sangat mungkin terus berulang. Sudah saatnya kepala daerah dan pihak berwenang menangani keluhan masyarakat ini secara serius," katanya.

Hamdani juga mendorong adanya keberanian dalam pengambilan kebijakan, termasuk melakukan penataan ulang sistem manajemen, penyegaran sumber daya manusia, hingga evaluasi terhadap jajaran pimpinan rumah sakit.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat lainnya, Andi Masdar Paranrengi, menilai banyaknya keluhan yang muncul dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa persoalan pelayanan di RSJKO EHD telah menjadi perhatian publik dan tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus insidental.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret sebelum kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin menurun. "Masalah pelayanan rumah sakit berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Karena itu harus ada tindakan nyata dari kepala daerah dan pihak yang berkompeten," ujarnya.

Andi menambahkan, keluhan yang disampaikan keluarga pasien dalam beberapa kasus terakhir seharusnya sudah cukup menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam, termasuk mempertimbangkan perombakan sistem pengelolaan rumah sakit.

Ia juga mengingatkan bahwa RSJKO EHD dibangun untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan wilayah sekitarnya. "Harapan masyarakat saat rumah sakit ini berdiri adalah memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik. Jika kenyataannya jauh dari harapan, maka kepala daerah harus mengambil langkah yang lebih tegas, bukan sekadar melakukan evaluasi," tegas Andi.

Editor: Gokli