Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PBB Peringatkan Suhu Bumi Berpotensi Pecahkan Rekor Hingga 2030
Oleh : Redaksi
Minggu | 31-05-2026 | 14:09 WIB
Matahari)terik.jpg Honda-Batam
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan suhu rata-rata global berpotensi mencapai rekor baru dalam lima tahun ke depan.

Pada Kamis (28/05) World Meteorological Organization (WMO) atau Organisasi Meteorologi Dunia merilis sebuah laporan yang menyebut suhu tahunan rerata pada periode 2026 hingga 2030 diperkirakan berada pada kisaran 1,3 hingga 1,9 derajat Celsius di atas rata-rata suhu periode 1850-1900.

Dalam laporan itu, WMO menyebut terdapat peluang sebesar 75% bahwa suhu rata-rata global akan melampaui 1,5 derajat Celsius di atas rerata periode 1850-1900.

Ambang tersebut merupakan batas pemanasan jangka panjang yang disepakati dalam Paris Agreement atau Perjanjian Paris 2015.

Meski demikian, para ilmuwan menilai kemungkinan suhu global melampaui 2 derajat Celsius di atas tingkat pra industri masih "sangat kecil."

Rekor suhu panas pada 2024, lanjut WMO memperkirakan, kemungkinan besar akan terlampaui.

 

"Besar kemungkinan, yakni 86%, bahwa satu tahun antara 2026 dan 2030 akan melampaui 2024 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat," bunyi laporan WMO.

Suhu di wilayah Arktika selama lima musim dingin mendatang juga diprediksi mencapai 2,8 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020.

Eropa Utara diperkirakan mengalami musim dingin yang lebih basah dalam lima tahun ke depan. Kondisi ini menjadi salah satu ancaman iklim utama di kawasan tersebut karena meningkatkan risiko banjir.

WMO juga menyatakan suhu rata-rata di kawasan Pasifik tropis bagian tengah menunjukkan potensi munculnya kondisi El Nino, terutama pada 2027 dan 2028.

"Ada prediksi El Nino pada akhir 2026 yang meningkatkan kemungkinan 2027 menjadi tahun berikutnya yang memecahkan rekor panas," kata penulis utama laporan Global Annual-to-Decadal Update WMO, Leon Hermanson.

El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dekat khatulistiwa sehingga memengaruhi pola cuaca global.

Fenomena El Nino terakhir turut berkontribusi menjadikan 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah dengan suhu sekitar 1,55 derajat Celsius di atas rata rata pra industri.

Editor: Surya