Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Simulasi Tanggap Darurat di PLTU Karimun, Polres Kerahkan Dalmas Hadapi Skenario Unjuk Rasa
Oleh : Freddy
Jumat | 22-05-2026 | 09:48 WIB
simulasi2.jpg Honda-Batam
Satuan Samapta Polres Karimun menggelar simulasi tanggap darurat komprehensif di PLTU Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kamis (21/6/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Satuan Samapta Polres Karimun menggelar simulasi tanggap darurat komprehensif di PLTU Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kamis (21/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi guna menguji kesiapan penanganan kondisi darurat di objek vital nasional.

Kasat Samapta Polres Karimun, AKP S Binsar Samosir, mengatakan simulasi tersebut mencakup sejumlah skenario penanganan darurat. Mulai dari kebakaran, ancaman angin puting beliung, pemadaman listrik total (black out), penanganan huru-hara, hingga mitigasi tumpahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

"Simulasi ini bertujuan meningkatkan koordinasi, respons cepat, serta sinergitas antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja. Sehingga saat keadaan darurat benar-benar terjadi, seluruh pihak sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan," ujar Binsar.

Dalam pelaksanaan simulasi, Polres Karimun turut melibatkan manajemen PLTU, Basarnas, BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun, serta tenaga kesehatan dari RS Bhakti Timah Karimun.

Binsar menjelaskan, salah satu skenario yang diperagakan adalah penanganan gangguan keamanan berupa aksi unjuk rasa. Dalam simulasi tersebut, massa mendatangi PLTU untuk memprotes rencana pemadaman listrik yang akan dilakukan pihak perusahaan.

"Menyikapi situasi tersebut, Polres Karimun mengerahkan satu pleton Dalmas Inti Sat Samapta untuk mengamankan objek vital nasional tersebut," jelasnya.

Ia menambahkan, personel kepolisian menerapkan prosedur pengamanan secara ketat saat menghadapi situasi tersebut. Langkah pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan posisi personel, pemberian imbauan humanis, hingga negosiasi dengan perwakilan massa.

"Seluruh rangkaian tindakan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga tanpa mengganggu operasional PLTU," katanya.

Lebih lanjut, Binsar menuturkan bahwa simulasi tersebut bertujuan menguji kesiapan personel dan kemampuan taktis di lapangan, terutama dalam menghadapi situasi krusial di objek vital nasional. "Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang matang dalam menangani kondisi darurat, sehingga keselamatan operasional PLTU Karimun dapat terus terjamin," pungkasnya.

Editor: Gokli