Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investor Saham Syariah Tembus 221 Ribu, BEI Perkuat Pasar Modal Syariah Indonesia Go Global
Oleh : Aldy
Selasa | 19-05-2026 | 13:28 WIB
saham-syariah.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus memperkuat pengembangan pasar modal syariah melalui edukasi dan kampanye publik secara masif. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis syariah dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data AB-SOTS, jumlah investor saham syariah mengalami pertumbuhan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, sejak 2020 hingga Maret 2026, jumlah investor saham syariah meningkat 158 persen, dari 85.891 investor menjadi 221.714 investor.

Momentum pertumbuhan itu bertepatan dengan peringatan 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia sejak peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, serta implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS).

Untuk memperkuat posisi pasar modal syariah Indonesia di tingkat global, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan menggelar Elevate 2026 yang terdiri dari IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 pada 20-23 Mei 2026 di Main Hall BEI.

Mengusung tema "15 Years Rising – Heading Worldwide", kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas pengenalan pasar modal syariah Indonesia di pasar internasional.

BEI juga menjalin kerja sama dengan Redmoney Group untuk memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia di kancah global melalui penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan pasar modal syariah kini semakin relevan sebagai pilihan investasi masyarakat karena tidak hanya menawarkan keuntungan finansial, tetapi juga menjunjung prinsip-prinsip syariah. "Pasar modal syariah bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan, dan berkelanjutan," ujar Irwan, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, seluruh aktivitas di pasar modal syariah dijalankan berdasarkan prinsip Islam yang melarang unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi). Selain itu, instrumen investasi yang diperdagangkan juga wajib berasal dari kegiatan usaha halal dan dikelola sesuai prinsip syariah.

Di Indonesia, penerapan prinsip tersebut mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Irwan menegaskan saham yang dapat diperdagangkan dalam pasar modal syariah merupakan saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan secara berkala oleh OJK. "Investor tidak perlu ragu, karena seluruh proses sudah melalui pengawasan ketat regulator dan mengacu pada fatwa syariah yang berlaku," katanya.

Pertumbuhan pasar modal syariah Indonesia juga terlihat dari peningkatan kapitalisasi pasar dan jumlah instrumen investasi berbasis syariah. Hingga Maret 2026, tercatat terdapat 673 saham syariah atau sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di BEI.

Selain saham syariah, pasar modal syariah Indonesia juga menawarkan berbagai instrumen lain seperti reksa dana syariah, sukuk, hingga exchange-traded fund (ETF) syariah.

Irwan menilai pasar modal syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi sosial melalui berbagai inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, dan sukuk berbasis wakaf. "Pasar modal syariah menggabungkan aspek investasi dan nilai sosial. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya.

Pengembangan pasar modal syariah Indonesia juga mendapat pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan dalam ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA).

BEI tercatat meraih penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance pada 2016-2018, The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year pada 2018, serta The Best Islamic Capital Market pada 2019 hingga 2022.

Prestasi tersebut berlanjut dengan raihan GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025 yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan pasar modal syariah dunia.

Ke depan, BEI menyatakan akan terus memperluas edukasi dan kolaborasi guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi syariah. "Edukasi adalah fondasi. Ketika masyarakat paham, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pada akhirnya pasar modal syariah akan berkembang lebih pesat," tutup Irwan.

Informasi terkait investasi syariah dan program edukasi BEI dapat diakses melalui IDX Islamic dan akun Instagram resmi IDX Islamic Instagram.

Editor: Gokli