Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pengusaha Nasional Jusuf Hamka Masuk Rombongan Amirul Hajj 2026
Oleh : Saibansah
Selasa | 19-05-2026 | 18:48 WIB
Jusuf-Hamka.jpg Honda-Batam
Tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka (kanan) bersama Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026). (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Jeddah - Tokoh Muslim Tionghoa sekaligus pengusaha nasional, Jusuf Hamka, bergabung dalam rombongan Amirul Hajj 2026 yang tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026).

Pria yang akrab disapa Babah Alun itu datang bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta perwakilan tim monitoring Kementerian Pertahanan, Brigjen Wira.

Kehadiran Jusuf Hamka dalam rombongan Amirul Hajj disebut menjadi representasi kalangan pengusaha sekaligus kelompok minoritas Muslim di Indonesia.

Setibanya di Jeddah, Jusuf mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam Amirul Hajj tahun ini berkaitan dengan upaya memetakan peluang ekonomi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut dia, potensi ekonomi haji selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kepentingan nasional maupun dunia usaha dalam negeri.

"Saya diminta melihat peluang-peluang ekonomi yang bisa dikembangkan sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia," ujar Jusuf.

Ia menilai, dana yang berputar dari penyelenggaraan haji seharusnya tidak hanya mengalir ke luar negeri, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah.

Jusuf juga mengapresiasi langkah pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah, yang dinilainya ingin melakukan pembenahan dalam tata kelola ekonomi haji.

Menurut dia, pembentukan kementerian khusus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan haji yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diperlukan agar pelayanan haji semakin modern dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi jamaah maupun perekonomian nasional.

"Kolaborasi ini diharapkan bisa menciptakan layanan yang lebih baik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia," kata Jusuf.

Editor: Dardani