Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Video Viral Li Claudia soal Pencari Pasir Ilegal Tuai Polemik, Tokoh NTT Minta Situasi Tak Perlu Dipanaskan
Oleh : Paskalis Rianghepat
Sabtu | 09-05-2026 | 12:08 WIB
simon-ntt.jpg Honda-Batam
Tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di Batam, Simon Payung Masan. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Polemik video viral Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat menegur pencari pasir ilegal di kawasan Bandara Hang Nadim masih memicu perdebatan di tengah masyarakat. Sorotan publik muncul setelah beredar pernyataan terkait warga yang tidak memiliki KTP Batam akan dipulangkan.

Tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di Batam, Simon Payung Masan, meminta masyarakat tidak lagi memperkeruh persoalan tersebut dengan narasi bernuansa politik maupun sentimen kelompok tertentu. "Saya menghimbau agar persoalan ini tidak digiring ke arah kepentingan pribadi, kelompok, atau politik. Kita harus melihat ini secara bijak," kata Simon, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Simon, tindakan Li Claudia melakukan inspeksi terhadap aktivitas penggalian pasir ilegal dinilai memiliki tujuan yang baik, yakni menertibkan kegiatan yang melanggar aturan. Namun, ia menilai penyampaian pernyataan di ruang publik tetap harus menjadi perhatian serius bagi pejabat pemerintahan.

Ia menegaskan, komunikasi seorang pejabat publik tidak hanya diukur dari substansi ucapan, tetapi juga cara penyampaian, intonasi, pilihan kata, hingga bahasa tubuh di hadapan masyarakat. "Mungkin maksud beliau baik. Tetapi ketika penyampaiannya kurang tepat, masyarakat bisa menangkap makna yang berbeda," ujarnya.

Simon menilai kegaduhan yang muncul dari video tersebut seharusnya menjadi evaluasi bersama bagi pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama di era media sosial yang membuat informasi cepat menyebar dan mudah menimbulkan multitafsir.

Di tengah polemik tersebut, Simon juga menyoroti munculnya perbincangan baru terkait perekrutan Alex, pria asal Maumere, Provinsi NTT, yang sebelumnya viral dalam kasus pencari pasir ilegal dan kini disebut direkrut ke Ditpam BP Batam. Perekrutan itu memunculkan pertanyaan publik terkait mekanisme, prosedur, dan rasa keadilan dalam proses penerimaan kerja.

Meski demikian, Simon meminta masyarakat tetap menjaga situasi kondusif dan tidak menjadikan persoalan tersebut sebagai pemicu perpecahan di Kota Batam yang dikenal majemuk.

Ia juga menyarankan agar Li Claudia Chandra dapat memberikan klarifikasi ataupun permintaan maaf secara terbuka apabila terdapat ucapan yang dianggap menyinggung sebagian masyarakat. "Kalau memang ada kekhilafan dalam komunikasi, alangkah baiknya disampaikan secara terbuka supaya masyarakat juga merasa dihargai," katanya.

Secara khusus, Simon mengimbau masyarakat NTT di Batam agar tidak terus memperbesar polemik video viral tersebut dan tetap fokus menjaga persatuan serta kebersamaan. "Kita anggap persoalan ini selesai. Mari bersama-sama membangun Batam sesuai peran dan tugas kita masing-masing," tutupnya.

Editor: Gokli