Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkes-UNICEF Teken ProDoc 2026-2030, Perkuat Sistem Kesehatan dan Akses Layanan bagi Kelompok Rentan
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 01-05-2026 | 13:48 WIB
Kemenkes-UNICEF.jpg Honda-Batam
Kemenkes bersama UNICEF resmi menandatangani Programme Document (ProDoc) 2026-2030, Kamis (30/4/2026). (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama UNICEF resmi menandatangani Programme Document (ProDoc) 2026-2030 sebagai pijakan kerja sama strategis untuk memperkuat sistem kesehatan nasional dan mempercepat pencapaian target pembangunan manusia di Indonesia, Kamis (30/4/2026).

Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan, melalui pendekatan yang lebih adil, terukur, dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyatakan bahwa dokumen tersebut tidak sekadar menjadi kerangka kerja administratif, tetapi juga harus mendorong transformasi nyata dalam sistem kesehatan nasional. "Programme Document ini harus menjadi pendorong transformasi, bukan sekadar kerangka kegiatan. Kami berkomitmen memastikan implementasi yang efektif melalui tata kelola yang baik, transparansi, dan pendekatan berbasis hasil," ujar Kunta.

Kerja sama ini didukung komitmen pendanaan sebesar USD 35,9 juta yang mencakup bantuan teknis, pengadaan, serta penguatan kapasitas layanan. Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan mutu layanan kesehatan dan perluasan akses, terutama bagi masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan dasar.

Kemitraan ini juga diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2025-2029 serta kerangka kerja global United Nations Sustainable Development Cooperation Framework.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi yang berorientasi pada dampak nyata. "Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target kesehatan dan pembangunan manusia secara berkelanjutan," ujarnya.

Dalam implementasinya, program ini akan melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta dukungan pemerintah daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan implementasi berbasis hasil, peningkatan akuntabilitas, dan efektivitas pemanfaatan sumber daya.

Kemenkes menegaskan, kemitraan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.

Dengan penandatanganan ProDoc 2026-2030, pemerintah dan UNICEF menegaskan kembali komitmen bersama untuk menghadirkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor: Gokli