Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Target Turunkan Kematian Ibu dan Bayi hingga 10 Kali Lipat
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 01-05-2026 | 13:28 WIB
hpk-1000.jpg Honda-Batam
Kemenkes meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah strategis untuk memastikan kualitas kesehatan generasi masa depan. (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah strategis untuk memastikan kualitas kesehatan generasi masa depan.

Program ini menargetkan perlindungan optimal bagi sekitar 84 juta anak Indonesia yang diproyeksikan menjadi pilar bangsa saat memasuki usia satu abad pada 2045.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemerintah menetapkan target ambisius dalam menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan melalui konsorsium tersebut. "Target saya, dari 4.000 kematian ibu per tahun harus turun di bawah 400. Dari 30.000 kematian bayi per tahun, harus turun di bawah 3.000. Begitu pula angka stunting harus ditekan di bawah 7 persen. Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja karena ini menyangkut nyawa dan masa depan anak-anak kita," ujar Budi saat peluncuran di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (28/4/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Kemenkes menekankan pendekatan berbasis data dan intervensi spesifik, terutama dalam menangani risiko kehamilan dan persalinan. Fokus diarahkan pada pencegahan komplikasi seperti preeklamsia pada ibu hamil serta infeksi dan gangguan pernapasan pada bayi baru lahir.

Sejumlah langkah konkret telah disiapkan, antara lain kewajiban pemeriksaan kehamilan minimal delapan kali serta distribusi 10.000 unit alat USG ke seluruh puskesmas guna mendukung deteksi dini. Pemerintah juga tengah menyiapkan produksi dalam negeri suplemen multivitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.

Program ini telah diuji coba di sembilan rumah sakit daerah dan 36 puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut sebagai tahap awal implementasi.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menyebutkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting. Ia mencatat peningkatan indikator kesehatan dari tiga poin pada 2024 menjadi delapan poin pada 2025.

"Fokus kita bukan hanya memastikan bayi bertahan hidup, tetapi juga tumbuh optimal melalui pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat," ujarnya.

Konsorsium 1.000 HPK dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat. Selama ini, berbagai program berjalan terpisah dan berpotensi tumpang tindih. Melalui konsorsium, koordinasi akan dipusatkan dalam empat kelompok kerja yang mengawal fase sebelum kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkes menggandeng Rabu Biru Foundation sebagai sekretariat. Direktur Eksekutifnya, Toro Sudarmadi, menegaskan komitmen untuk memastikan setiap program berjalan terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Keberhasilan program ini, menurut pemerintah, akan diukur dari capaian paling mendasar: apakah setiap bayi Indonesia, termasuk di wilayah terpencil, benar-benar mendapatkan layanan kesehatan dan asupan gizi terbaik selama 1.000 hari pertama kehidupannya.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: