Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tim Kesehatan Sektor Intensifkan Visitasi, Antisipasi Penyakit Jemaah Haji Kambuh
Oleh : Saibansah
Selasa | 28-04-2026 | 17:08 WIB
2804_dokter-jemaah-haji-2026.jpg Honda-Batam
Ketua Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah dokter Fitri Indah Yanti. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah- Tim kesehatan haji terus meningkatkan pemantauan kondisi jemaah di Madinah menjelang puncak ibadah haji. Salah satu upaya yang dilakukan adalah visitasi rutin dari kamar ke kamar guna memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga.

Di Sektor 2 Madinah, tim kesehatan yang dipimpin dokter spesialis penyakit dalam Fitri Indah Yanti menjalankan kunjungan harian bersama dua dokter, dua perawat, dan satu petugas promosi kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang disiapkan pemerintah di lima sektor berbeda di Madinah.

"Setiap hari kami melakukan visitasi ke jemaah untuk memantau kondisi kesehatan mereka," ujar Fitri saat ditemui di salah satu hotel jemaah, Minggu (27/4/2026).

Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik saat ini, tetapi juga memastikan penyakit bawaan jemaah tetap terkendali. Hal ini penting mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang, terutama saat memasuki fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selain pemeriksaan, tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah. Jemaah diimbau menjaga keseimbangan aktivitas, termasuk saat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi, agar tidak memicu kelelahan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Namun, di lapangan masih ditemukan jemaah yang memaksakan aktivitas sehingga mengalami kelelahan dan memicu kambuhnya penyakit. Selama beberapa hari terakhir, tim kesehatan mencatat sejumlah kasus yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan.

Sebanyak 25 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 30 jemaah lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Kasus yang paling banyak ditemui berkaitan dengan gangguan jantung serta komplikasi hipertensi.

Fitri menjelaskan, banyak kasus bermula dari riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya, kemudian kambuh akibat aktivitas berlebih selama di Tanah Suci. Gejala yang muncul antara lain sesak napas hingga peningkatan tekanan darah.

Penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemantauan oleh tim kesehatan sektor. Jika diperlukan, dokter kloter akan berkoordinasi untuk menentukan apakah jemaah cukup dirawat di KKHI atau perlu dirujuk ke rumah sakit.

Menurut Fitri, deteksi dini melalui visitasi rutin terbukti efektif mencegah kondisi yang lebih serius. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kesadaran jemaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Editor: Dardani