Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Kucurkan Rp 57 Miliar Danai 122 Program Riset Kampus
Oleh : Redaksi
Rabu | 29-04-2026 | 18:48 WIB
Riset-Kampus.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (ANTARA)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Lembaga Pengelola Dana Penelitian (LPDP) mengucurkan dana sebesar Rp 57 miliar untuk mendanai 122 program riset kampus guna memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Kucuran dana tersebut disalurkan melalui Program Bestari Saintek yang secara resmi diluncurkan bersamaan dengan payung Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa program ini diminati secara antusias dan berhasil menjaring inovasi akar rumput dengan seleksi yang sangat kompetitif.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 122 tim periset yang terpilih melibatkan 854 dosen dan tenaga kependidikan, serta didukung penuh oleh 341 mitra utama dan pendukung dari berbagai sektor.

Secara kelembagaan, perguruan tinggi pengampu riset ini didominasi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebesar 57,8 persen, sementara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menyumbang angka yang sangat signifikan sebesar 42,2 persen.

"Angka ini menegaskan peran krusial PTN dan juga PTS sebagai penggerak riset nasional sekaligus memperlihatkan geliat serta kontribusi banyak PTS yang semakin aktif di dalam kegiatan riset nasional kita," kata Najib.

Najib melanjutkan, riset-riset tersebut terdistribusi ke dalam delapan sektor strategis, dengan sektor Pangan dan Pertanian menjadi yang terbanyak (45 tim), disusul Sosial Humaniora, Seni Budaya, dan Pendidikan (30 tim), serta Kemaritiman (12 tim).

Selanjutnya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (9 tim), Kesehatan dan Obat (8 tim), Kebencanaan (8 tim), Energi dan Energi Baru Terbarukan (6 tim), serta Material Maju (4 tim).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menyatakan bahwa pihaknya memberikan fleksibilitas pendanaan, namun hal tersebut menuntut tanggung jawab besar agar riset benar-benar diadopsi oleh industri.

"Menyalurkan pendanaan tentu hal yang mudah. Namun mempertanggungjawabkan itu lebih sulit. Dan lebih sulit lagi adalah bagaimana kita mengawal pendanaan itu bisa berdampak," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengingatkan agar para akademisi di kampus tidak menjadikan publikasi ilmiah sebagai garis akhir dari sebuah penelitian.

"Yang salah adalah ketika kita berhenti sampai pada jurnal ilmiah. Itu salah, oh sudah cukup selesai riset? Tidak, riset harus terus menerus," ucap Brian Yuliarto.

Sumber: ANTARA

Editor: Yudha