Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Khoirunnisa Tak Kuasa Menahan Haru Bisa Sholat di Masjid Nabawi
Oleh : Saibansah
Rabu | 29-04-2026 | 16:48 WIB
2904_Khoirunnisa-jemaah-Probolinggo.jpg Honda-Batam
Jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur, Khoirunnisa (46), bersyukur bisa sholat di Masjid Nabawi. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Seorang jamaah haji asal Indonesia, Khoirunnisa (46), harus menahan sedih karena tidak dapat beribadah bersama rombongannya di Masjid Nabawi akibat luka operasi di kakinya yang belum pulih.

Perempuan asal Probolinggo, Jawa Timur, itu mengaku awalnya berharap lukanya segera sembuh sebelum keberangkatan. Namun, operasi yang dijalani sepekan sebelum berangkat justru membuatnya kesulitan berjalan setibanya di Madinah pada Jumat (24/4/2026).

Sejak tiba di Tanah Suci, Khoirunnisa hanya bisa berdiam di hotel, sementara jamaah lain dalam rombongannya melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi. "Sedih melihat teman-teman bisa ke Nabawi. Melihat mereka memakai mukena saja rasanya ingin menangis," ujarnya saat ditemui di Maysan Rehab Al Mysk Hotel, Minggu (26/4/2026) lalu.

Kesedihannya berubah menjadi haru ketika petugas dari layanan jamaah lansia dan disabilitas bersedia mengantarnya ke Masjid Nabawi, termasuk ke Raudhah. Ia pun tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan tersebut.

Khoirunnisa mengaku tidak menggunakan kursi roda sejak keberangkatan dari Indonesia. Namun, aktivitas berjalan yang berlebihan membuat luka operasinya kembali terbuka. Berdasarkan keterangan dokter, pemulihan luka tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua pekan.

Kondisi serupa juga dialami jamaah lansia, Djumhari Abdul Jalil (85), asal Pasuruan. Ia mengeluhkan pegal pada kaki akibat aktivitas berjalan yang cukup intens sejak di Tanah Air. Petugas pun memberikan perawatan berupa pijatan di kamar hotelnya.

Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas Sektor 2 Daerah Kerja Madinah, Wira Putra, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah dengan kebutuhan khusus. Layanan yang diberikan meliputi pendampingan ibadah, bantuan mobilitas, hingga perawatan ringan seperti menyuapi dan memijat.

Menurut Wira, terdapat beragam kondisi jamaah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk lansia dan penderita demensia. Di sektor tersebut, sebanyak 16 petugas disiagakan untuk membantu para jamaah.

Ia juga mengimbau keluarga jamaah di Tanah Air agar tidak khawatir berlebihan. Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan ratusan petugas yang telah dilatih untuk melayani jamaah lansia dan disabilitas di berbagai titik, baik di Madinah, Mekkah, maupun bandara.

"Lebih dari 500 petugas sudah disiapkan untuk memastikan seluruh jamaah, khususnya yang membutuhkan perhatian khusus, tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik," kata Wira.

Editor: Dardani