Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KJRI San Francisco Promosikan Budaya dan Wisata Papua ke Publik AS, Angkat Keragaman Global
Oleh : Redaksi
Selasa | 28-04-2026 | 12:08 WIB
budaya-papua.jpg Honda-Batam
KJRI di San Francisco menggelar promosi budaya dan pariwisata Papua untuk memperkenalkan kekayaan identitas Indonesia bagian timur kepada publik Amerika Serikat. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco menggelar promosi budaya dan pariwisata Papua untuk memperkenalkan kekayaan identitas Indonesia bagian timur kepada publik Amerika Serikat. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 undangan yang terdiri dari perwakilan pemerintah lokal, akademisi, pakar budaya, hingga diaspora Indonesia.

Dalam suasana interaktif, peserta diajak mengenal Papua melalui ragam tradisi lisan hingga ekspresi seni yang sarat makna. Selain itu, potensi wisata unggulan turut disorot, seperti Raja Ampat, Teluk Cenderawasih yang dikenal sebagai habitat hiu paus, serta burung cenderawasih yang menjadi ikon keanekaragaman hayati Papua.

Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Wardana, menegaskan bahwa Papua memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan Indonesia di panggung global. "Papua adalah salah satu kawasan dengan keragaman budaya dan bahasa tertinggi di dunia. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan cerita, nilai, dan identitas masyarakat Papua secara lebih dekat kepada publik Amerika Serikat," ujarnya, mengutip dari laman Kemlu, yang dipublikasi pada Minggu (26/4/2026).

Ia juga mengungkapkan kedekatan personal dengan Papua setelah menghabiskan masa kecil di Biak, yang membentuk apresiasinya terhadap kearifan lokal dan keramahan masyarakat setempat.

Untuk menghadirkan perspektif autentik, acara ini menghadirkan Wigati Yektiningtyas dan James Modouw. Keduanya mengulas dinamika budaya Papua serta tantangan pelestarian bahasa daerah di tengah modernisasi.

Papua diketahui memiliki lebih dari 270 bahasa daerah, menjadikannya salah satu wilayah dengan keragaman linguistik tertinggi di dunia. Upaya pelestarian terus dilakukan, termasuk melalui publikasi karya folklor sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.

"Kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Papua kepada publik Amerika Serikat," ujar keduanya.

Nilai budaya Papua juga ditampilkan melalui pameran lukisan kulit kayu khas serta diskusi yang menyoroti hubungan erat antara manusia dan alam, seperti kehidupan masyarakat di sekitar Danau Sentani.

Melalui kegiatan ini, KJRI San Francisco menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan pemahaman global. Papua tidak hanya dipromosikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang kaya tradisi, bahasa, dan nilai kearifan lokal yang terus berkembang.

Editor: Gokli