Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ironi Pedestrian Batam, Dibangun Ratusan Miliar Berakhir Jadi Lahan Parkir
Oleh : Aldy
Jumat | 24-04-2026 | 14:28 WIB
parkir-pedisterian.jpg Honda-Batam
Sepanjang Jalan Raja M Tahir dipenuhi kendaraan yang terparkir di atas trotoar, sehingga pejalan kaki tidak dapat mengakses jalur pedestrian. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pembangunan jalur pedestrian modern di pusat Kota Batam yang menelan anggaran ratusan miliar Rupiah kini menuai sorotan. Alih-alih dimanfaatkan pejalan kaki, fasilitas publik tersebut justru berubah fungsi menjadi area parkir kendaraan.

Fenomena ini terlihat di kawasan Green Land, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota. Berdasarkan pantauan pada Jumat (24/4/2026), sepanjang Jalan Raja M Tahir dipenuhi kendaraan yang terparkir di atas trotoar, sehingga pejalan kaki tidak dapat mengakses jalur pedestrian.

Kondisi tersebut terjadi meski Dinas Perhubungan Kota Batam telah menyediakan marka parkir. Di lokasi, bahkan tampak petugas parkir tetap berjaga dan memungut retribusi dari kendaraan yang parkir di atas fasilitas pejalan kaki itu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, menegaskan bahwa fungsi pedestrian tidak boleh dialihkan. "Pedestrian itu untuk pejalan kaki, bukan untuk parkir. Kepentingan umum tidak boleh dikorbankan," tegas Arlon.

Ia mengakui sektor parkir berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun penetapan lokasi parkir harus tetap mempertimbangkan fungsi utama fasilitas publik.

Selain itu, Arlon mengingatkan pentingnya menjaga citra Batam sebagai kota tujuan wisata internasional. Kawasan Green Land diketahui merupakan jalur strategis yang menghubungkan Pelabuhan Internasional Batam Centre dengan pusat kota.

"Jangan sampai kota yang sudah dipercantik dengan anggaran besar justru tercoreng karena pedestrian dijadikan tempat parkir," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Batam akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi tersebut serta mencari solusi agar fungsi pedestrian dapat dikembalikan sesuai peruntukannya.

Editor: Gokli