Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dialog Strategis Indonesia-Kanada di Ottawa Dorong Kerja Sama Konkret dan Percepatan ICA-CEPA
Oleh : Redaksi
Selasa | 14-04-2026 | 10:48 WIB
1404_Dialog-Percepatan-ICA-CEPA.jpg Honda-Batam
KBRI Ottawa bersama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI menggelar Roundtable Policy Dialogue (RPD) di Ottawa untuk memperkuat pertukaran pandangan strategis dengan kalangan pemikir kebijakan Kanada, Kamis (9/4/2026). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - KBRI Ottawa bersama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI menggelar Roundtable Policy Dialogue (RPD) di Ottawa untuk memperkuat pertukaran pandangan strategis dengan kalangan pemikir kebijakan Kanada. Forum ini membahas dinamika global dan regional serta peluang penguatan kerja sama Indonesia-Kanada.

Dialog yang mengangkat tema Current Global and Regional Dynamics serta Potential Cooperation and Collaboration tersebut berlangsung substantif dengan menekankan pentingnya memanfaatkan perubahan lanskap geopolitik dan geoekonomi global guna membangun kemitraan yang konkret, saling menguntungkan, dan berjangka panjang.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menilai momentum saat ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam percakapan publik Kanada. "Ini adalah saat yang tepat untuk membawa hubungan Indonesia-Kanada ke tingkat yang lebih maju, konkret, dan strategis. Kita perlu mempercepat upaya agar Indonesia semakin hadir dalam percakapan publik Kanada, tidak hanya sebagai negara penting di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai mitra yang relevan bagi masa depan Kanada di Indo-Pasifik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BSKLN Kemlu RI, Muhammad Takdir, menekankan pentingnya peran negara middle power seperti Indonesia dan Kanada dalam menjaga stabilitas tata dunia. "Peran middle power perlu diperkuat, bukan untuk menyaingi big power, melainkan untuk melengkapi dan menyeimbangkan hubungan internasional agar lebih inklusif, stabil, dan berorientasi pada solusi. Dalam konteks ini, Kanada memiliki posisi penting sebagai mitra Indonesia," tegasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan Vina Nadjibulla dari Asia Pacific Foundation of Canada yang melihat peluang besar penguatan hubungan bilateral di tengah dinamika global dan penyesuaian kebijakan luar negeri Kanada.

Sebagai hasil diskusi, para peserta menyepakati pentingnya memanfaatkan momentum global untuk mendorong kemitraan Indonesia–Kanada yang lebih terinstitusionalisasi dan berorientasi pada hasil, termasuk dengan melibatkan aktor nonpemerintah dan tingkat subnasional.

Sejumlah rekomendasi turut dihasilkan, antara lain percepatan ratifikasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), dukungan terhadap rencana kunjungan Perdana Menteri Kanada ke Indonesia, serta penguatan kerja sama di sektor strategis seperti mineral kritis, maritim, pertahanan, geotermal, dan teknologi antariksa.

Selain itu, forum juga mendorong pengembangan talenta melalui kemitraan antaruniversitas, peningkatan promosi budaya, serta perluasan kerja sama hingga tingkat provinsi di Kanada.

Melalui forum ini, KBRI Ottawa dan BSKLN Kemlu RI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat fondasi kebijakan dan jejaring strategis hubungan bilateral, menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027.

Editor: Gokli