Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Haji Muda dari Pekanbaru, Kisah Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Tanah Suci di Usia 20 Tahun
Oleh : Aldy
Senin | 13-04-2026 | 10:48 WIB
2-haji-muda.jpg Honda-Batam
Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah, menjadi calon jamaah haji termuda nasabah BRK Syariah pada 2026. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Pekanbaru - Di tengah anggapan bahwa ibadah haji identik dengan usia matang, dua mahasiswa asal Pekanbaru menghadirkan kisah berbeda. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah justru menjadi calon jamaah haji termuda nasabah BRK Syariah pada 2026.

Bagi Azka, mahasiswa semester empat Fakultas Hukum Universitas Riau, panggilan ke Tanah Suci terasa seperti mimpi yang menjadi nyata. Rasa haru tak bisa ia sembunyikan saat mengetahui dirinya mendapat kesempatan berhaji di usia muda.

"Alhamdulillah, ini benar-benar di luar dugaan saya. Sangat bersyukur bisa dipanggil lebih awal," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Perjalanan spiritual Azka bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Sejak usia lima tahun, ia telah didaftarkan oleh sang ibu, Okta Linda, melalui program tabungan haji. Kini, setelah bertahun-tahun menunggu, ia bersiap berangkat bersama ibunya menuju Tanah Suci.

Di balik usianya yang masih muda, Azka menyimpan kesadaran yang matang tentang makna ibadah. Ia sengaja memulai perjalanan ini lebih awal, saat fisik masih kuat dan kesempatan terbuka luas. "Selain menabung, saya juga mempersiapkan diri dengan belajar manasik dan memperkuat mental," katanya.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam langkahnya. Orang tua tidak hanya memberikan fasilitas, tetapi juga membimbingnya memahami nilai spiritual di balik ibadah haji. Ia pun berharap perjalanan ini menjadi titik balik dalam hidupnya.

"Semoga setelah pulang, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih matang dalam menjalani kehidupan," tuturnya.

Kisah serupa datang dari Nazib, mahasiswa Manajemen di kampus yang sama. Ia dijadwalkan berangkat dalam kloter tiga, rombongan pertama dari Riau tahun ini. Berbeda dengan Azka, Nazib akan menunaikan ibadah haji bersama seluruh anggota keluarganya.

Didampingi sang ibu, Dewi Kartini, Nazib mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berhaji bersama keluarga --sebuah momen yang telah lama dinantikan. "InsyaAllah tahun ini kami bisa berangkat bersama sekeluarga. Ini momen yang sangat kami nantikan," ujarnya.

Sejak didaftarkan pada 2018, Nazib menjalani penantian panjang hingga akhirnya memperoleh porsi keberangkatan. Baginya, haji bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga ruang untuk mempererat ikatan keluarga dalam suasana spiritual yang khusyuk.

Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, baik Azka maupun Nazib tetap berupaya menyeimbangkan aktivitas akademik dengan persiapan manasik. Keduanya menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Azka pun menitipkan pesan kepada generasi seusianya agar tidak menunda niat berhaji. Menurutnya, perencanaan sejak dini menjadi kunci untuk mewujudkan impian tersebut. "Mulai dari sekarang. Haji bukan hanya untuk yang sudah tua. Menabung sejak dini membantu mendapatkan porsi lebih cepat," pesannya.

Kisah dua mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa haji bukan semata tentang usia, melainkan kesiapan, niat, dan ikhtiar. Dari Pekanbaru, langkah mereka menuju Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga awal dari transformasi diri menuju kedewasaan dan makna hidup yang lebih dalam.

Editor: Gokli