Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Tiket Pesawat Tanjungpinang-Jakarta Melonjak, Dipicu Kenaikan Avtur Global
Oleh : Devi Handiani
Rabu | 08-04-2026 | 16:08 WIB
Setiadi-Dermawan.jpg Honda-Batam
General Manager PT Angkasa Pura Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan. (Foto: Devi Handiani)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Harga tiket pesawat rute Tanjungpinang-Jakarta mengalami kenaikan signifikan sejak awal April 2026. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya harga avtur dunia yang mencapai 70 hingga 90 persen.

General Manager PT Angkasa Pura Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, kenaikan harga tiket terjadi secara nasional sebagai dampak langsung dari gejolak harga bahan bakar pesawat.

"Harga avtur dunia naik hingga 70-90 persen. Dalam struktur biaya tiket pesawat, komponen avtur menyumbang sekitar 40 persen, sehingga sangat memengaruhi tarif," ujarnya di Bandara RHF, Rabu (8/4/2026).

Untuk rute Tanjungpinang–Jakarta yang dilayani Citilink dan Batik Air, kenaikan tarif sudah terasa. Berdasarkan pemantauan terbaru, tiket Citilink naik sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 380 ribu per penumpang, sementara Batik Air mengalami kenaikan sekitar Rp 400 ribu per tiket.

"Kami sudah melakukan pengecekan. Kenaikan tiket Citilink berkisar Rp350 ribu hingga Rp380 ribu, sedangkan Batik Air sekitar Rp400 ribu per tiket," kata Setiadi.

Ia menambahkan, pemerintah telah berupaya meredam kenaikan melalui sejumlah kebijakan. Namun, lonjakan harga avtur global membuat maskapai tetap harus menyesuaikan tarif penerbangan.

"Kenaikan ini terjadi sejak awal April. Pemerintah sudah mencoba meredam, tetapi karena harga avtur terus naik, penyesuaian tarif tidak bisa dihindari," jelasnya.

Selain berdampak pada penumpang, kenaikan harga avtur juga memukul sektor kargo udara. Volume pengiriman barang melalui jalur udara dilaporkan menurun drastis.

"Pengiriman yang sebelumnya mencapai sekitar 30 ton kini turun lebih dari separuh," ungkapnya.

Setiadi berharap kenaikan harga tiket tidak terlalu memengaruhi daya beli masyarakat yang hendak bepergian dari dan ke Tanjungpinang. Pihaknya bersama maskapai terus memantau perkembangan harga avtur global guna menjaga stabilitas konektivitas penerbangan.

Editor: Gokli