Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mendiktisaintek Dorong TNI Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 01-05-2026 | 12:28 WIB
mendiktisaintek.jpg Honda-Batam
Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat menjadi pembicara dalam Apel Komandan Satuan (AKS) Tentara Nasional Indonesia Tahun 2026 di Universitas Pertahanan Indonesia, Rabu (29/4/2026). (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Bogor - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Apel Komandan Satuan (AKS) Tentara Nasional Indonesia Tahun 2026 di Universitas Pertahanan Indonesia, Rabu (29/4/2026).

Brian menegaskan bahwa persoalan sampah tidak sekadar isu teknis, melainkan berkaitan erat dengan martabat dan daya saing bangsa. Ia mengingatkan bahwa kegagalan dalam mengelola sampah dapat menutupi potensi besar sumber daya alam Indonesia.

"Kehebatan dan kekayaan alam kita akan tertutupi jika kita gagal mengelola sampah dengan baik. Presiden juga telah mengarahkan agar seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan ini," ujar Brian.

Ia memaparkan, tantangan pengelolaan sampah nasional memerlukan pendekatan sistemik yang mencakup tata kelola, pemanfaatan teknologi, hingga perubahan perilaku masyarakat. Salah satu indikatornya terlihat dari beban TPA Bantar Gebang yang menerima sekitar 8.000 ton sampah per hari dengan akumulasi mencapai puluhan juta ton.

Menurut Brian, paradigma pengelolaan sampah harus segera bergeser dari sekadar pembuangan menjadi pengolahan terintegrasi. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi tiga kategori utama, yakni organik, nonorganik yang dapat didaur ulang, dan residu.

"Tanpa pemilahan yang tepat, teknologi seperti pirolisis, gasifikasi, maupun refuse-derived fuel tidak akan berjalan optimal," jelasnya.

Sebagai bagian dari solusi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama perguruan tinggi tengah mengembangkan inovasi pengolahan sampah, antara lain pemanfaatan teknologi black soldier fly (BSF) untuk sampah organik serta konsep landfill mining guna mengurangi timbunan lama. Selain itu, terdapat gagasan mengubah tempat pembuangan akhir menjadi ruang terbuka hijau setelah melalui proses pengolahan yang memadai.

Dalam forum tersebut, Brian juga mendorong TNI untuk mengambil peran strategis sebagai pelopor model pengelolaan sampah berbasis kawasan melalui proyek percontohan di setiap satuan. "Jika setiap kesatuan mampu mengelola sampahnya sendiri, meski dalam skala kecil, dampaknya akan sangat signifikan secara nasional," tegasnya.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui forum ini dapat melahirkan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis sains dan teknologi dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, maju, dan berdaya saing global.

Editor: Gokli