Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PTKIN Tembus Peringkat Dunia 2026, UIN Jakarta Masuk 30 Besar Global
Oleh : Redaksi
Kamis | 26-03-2026 | 16:08 WIB
sahrion.jpg Honda-Batam
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia berhasil menorehkan prestasi di tingkat global dengan masuk dalam pemeringkatan dunia bidang Theology, Divinity and Religious Studies tahun 2026 versi QS World University Rankings by Subject.

Berdasarkan rilis terbaru tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan capaian tertinggi dengan menempati peringkat ke-29 dunia. Posisi ini diikuti oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di peringkat ke-37 dunia, serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berada di posisi ke-130 dunia.

Capaian tersebut menempatkan PTKIN sebagai bagian dari perguruan tinggi global yang memiliki daya saing tinggi dalam bidang studi keagamaan. Dalam daftar yang sama, sejumlah kampus ternama dunia juga menempati posisi teratas, seperti University of Notre Dame, University of Oxford, dan Harvard University di tiga besar dunia.

Selain itu, beberapa perguruan tinggi internasional lainnya turut masuk dalam daftar rujukan global, di antaranya Leiden University di peringkat ke-23, Al-Azhar University di posisi ke-36, serta McGill University di peringkat ke-47 dunia.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menilai capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi yang dijalankan PTKIN selama ini. "Di tengah ketatnya persaingan global, hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia bahkan Asia yang mampu menembus 50 besar dunia pada bidang studi tertentu. Salah satu contohnya adalah IPB University yang berada di posisi 49 dunia dalam bidang pertanian," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa bidang studi keagamaan menjadi salah satu keunggulan kompetitif PTKIN di tingkat global, di tengah tantangan perguruan tinggi Indonesia untuk menembus 150 besar dunia pada bidang lainnya.

Sahiron menambahkan, capaian ini merupakan prestasi strategis yang patut diapresiasi seluruh pemangku kepentingan. "Prestasi ini layak kita rayakan bersama, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing PTKIN di kancah internasional," katanya.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan.

Editor: Gokli