Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bela Yudela, Polisi Peragakan 37 Adegan di Batam
Oleh : Aldy
Rabu | 28-01-2026 | 08:28 WIB
adegan-28.jpg Honda-Batam
Rekonstruksi kasus pembunuhan Bela Yudela, saat pelaku memperagakan adegan ke-28 di kamar indekosnya di Jalan Dahlia Blok VI, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Senin (26/1/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Bela Yudela yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Dahlia Blok VI, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Rekonstruksi tersebut dilaksanakan pada Senin (26/1/2026) untuk mengungkap secara rinci rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Dalam rekonstruksi itu, tersangka Muhammad Adi Tegar Aditama memperagakan sebanyak 37 adegan, mulai dari aktivitas awal sebelum terjadi pertengkaran hingga tindakan kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Noval Adimas, menjelaskan bahwa rekonstruksi dilakukan guna memperjelas perbuatan tersangka serta memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan. "Rekonstruksi ini bertujuan untuk menggambarkan kembali perbuatan tersangka secara utuh, sehingga penyidik dapat menyusun analisis yuridis berdasarkan fakta materiel yang terjadi," ujar Noval.

Berdasarkan hasil rekonstruksi, peristiwa bermula pada Senin, 18 Desember 2025. Saat itu, tersangka baru kembali ke kamar indekos setelah gagal mengambil buah mangga yang berada di depan kos.

Di dalam kamar, korban Bela Yudela sedang berbaring di atas kasur, sementara tersangka duduk di dekat lemari pakaian. Keduanya sempat bermain ponsel masing-masing hingga korban menegur dan memarahi tersangka karena tidak berhasil mengambil mangga tersebut.

Situasi kemudian memanas ketika korban merebut ponsel milik tersangka. Pelaku lalu mendorong korban hingga terduduk di atas kasur dan mengambil kembali ponselnya. Adu mulut disertai ucapan bernada kasar dari korban membuat emosi pelaku semakin meningkat.

Tersangka sempat keluar kamar untuk merokok, namun konflik tidak mereda. Pelaku kembali masuk ke kamar, mematikan lampu, memindahkan pakaian kerja korban ke tumpukan baju kotor, serta masuk ke toilet. Pelaku juga memutar musik dengan volume keras dari ponselnya dan mengarahkannya ke luar kamar, diduga untuk mengaburkan kondisi sekitar.

Setelah itu, pelaku kembali berbaring di samping korban dan terlibat pertengkaran lanjutan, terutama terkait kebiasaan korban yang kerap melibatkan orang tua pelaku dalam persoalan pribadi mereka. Emosi pelaku memuncak hingga akhirnya melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban kehabisan napas.

"Dari total 37 adegan, adegan ke-15 sampai ke-17 merupakan adegan krusial yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di mana pelaku mencekik korban beberapa kali hingga korban mati lemas," jelas Noval.

Usai memastikan korban tidak bernyawa, pelaku keluar kamar untuk memastikan situasi aman dan membuang sisa lakban ke tempat sampah. Pelaku kemudian kembali ke kamar, membersihkan wajah korban menggunakan cairan pembersih, mencium kening korban, serta menutupi tubuh korban dengan sprei dan kasur.

Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, pelaku mengganjal pintu kamar menggunakan hanger yang dililitkan pada engsel pintu, lalu melarikan diri.

Sementara itu, setelah rekonstruksi selesai, tersangka tampak memilih bungkam saat digiring keluar dari lokasi. Ia hanya menunduk dan mengangguk ketika ditanya awak media terkait penyesalan atas perbuatannya serta permintaan maaf kepada keluarga korban. Rekonstruksi tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 WIB.

Editor: Gokli