Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkes Kerahkan 3.719 Relawan Kesehatan Tangani Dampak Bencana di Aceh
Oleh : Redaksi
Selasa | 06-01-2026 | 13:08 WIB
relawan-kesehatan.jpg Honda-Batam
Relawan kesehatan untuk mendukung layanan medis di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengerahkan sebanyak 3.719 relawan kesehatan untuk mendukung layanan medis di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Sejak hari pertama bencana, seluruh relawan dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai dengan prosedur penanganan kedaruratan kesehatan.

Berdasarkan laporan kumulatif Subklaster Pelayanan Kesehatan, relawan kesehatan tersebar di 18 kabupaten/kota serta tingkat provinsi. Konsentrasi relawan terbesar berada di Kabupaten Pidie Jaya dengan 1.065 personel dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 923 personel.

HEOC dibentuk sejak hari pertama hingga hari ketiga bencana di seluruh wilayah terdampak. Pusat kendali ini berfungsi menganalisis kebutuhan tenaga kesehatan, sekaligus mengatur pergerakan, distribusi, dan penugasan relawan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan efektif dan merata.

Sejak hari kedua bencana, relawan mulai ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, layanan kesehatan diselenggarakan melalui sekitar 309 puskesmas, 23 rumah sakit pemerintah --termasuk RSUD dan rumah sakit TNI/Polri-- serta 377 pos kesehatan yang melayani 1.008 titik pengungsian.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor yang intensif menjadi kunci utama agar pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan di seluruh wilayah terdampak. "Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga kesehatan yang tersedia dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai dengan kebutuhannya," ujar Agus Jamaludin.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penanganan saat ini adalah memastikan rotasi relawan berjalan lancar tanpa mengganggu keberlangsungan layanan di fasilitas kesehatan. "Dengan rata-rata masa tugas relawan antara 10 hingga 12 hari, penugasan diatur sedemikian rupa agar setiap fasilitas pelayanan kesehatan tetap memiliki tenaga medis setiap saat," jelasnya.

Dari sisi komposisi profesi, relawan kesehatan didominasi oleh tenaga medis lapangan. Perawat menjadi profesi terbanyak dengan 923 orang, diikuti tenaga kesehatan lainnya sebanyak 766 orang, dokter umum 736 orang, serta dokter spesialis 264 orang. Selain itu, terdapat 179 apoteker, 124 bidan, dan 350 tenaga nonkesehatan yang mendukung operasional layanan.

Sejumlah profesi pendukung turut diterjunkan, antara lain tenaga sanitasi lingkungan, logistik, gizi, psikologi klinis, hingga entomolog kesehatan guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan komprehensif.

Berdasarkan asal instansi, mayoritas relawan berasal dari unsur pemerintah dengan jumlah 2.399 orang. Dukungan juga datang dari kalangan akademisi sebanyak 780 orang, organisasi nonpemerintah atau LSM sebanyak 307 orang, serta organisasi profesi yang menyumbang 233 relawan kesehatan.

Kementerian Kesehatan memastikan koordinasi dan pemantauan terus dilakukan untuk menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh tetap optimal.

Editor: Gokli