Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hasil Autopsi Jenazah Dwi Putri, Polisi Temukan Tanda Kekerasan Brutal
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 01-12-2025 | 18:08 WIB
Hasil-Autopsi1.jpg Honda-Batam
Polsek Batu Ampar gelar konfrensi pers terakait kematian Dwi Putri Aprilian Dini (25). (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hasil autopsi terhadap jenazah Dwi Putri Aprilian Dini (25) mengungkap dugaan kuat adanya kekerasan fisik sebelum korban meninggal. Temuan ini disampaikan Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Batam setelah melakukan pemeriksaan mendalam atas jenazah yang dikirim Polsek Batu Ampar pada Sabtu (29/11/2025).

Karumkit Bhayangkara Polda Kepri, AKP dr. Leonardo, menjelaskan kondisi jenazah sudah mengalami dekomposisi sehingga wajah korban sulit dikenali. Identifikasi awal menjadi langkah pertama sebelum dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Dwi Putri.

Pada pemeriksaan luar, tim menemukan banyak memar di wajah, kepala, dada, dan keempat anggota gerak.

"Di bawah kulit kami temukan perdarahan besar pada kedua lengan, tangan, paha, dan kaki. Polanya sesuai luka tangkis atau luka defensif," ujar dr. Leo dalam konferensi pers di Polsek Batu Ampar, Senin (1/12/2025).

Ia menegaskan, temuan itu menunjukkan korban sempat melakukan perlawanan keras sebelum tewas. Pembukaan rongga kepala juga mengungkap memar luas dari dahi hingga bagian belakang kepala.

"Ini menandakan adanya kekerasan intens dengan tenaga kuat, kemungkinan dilakukan berulang," ungkapnya.

Meski kulit kepala tidak mengalami luka terbuka, jaringan di bawahnya menunjukkan perdarahan signifikan. Permukaan otak pun memperlihatkan perdarahan, memperkuat dugaan kekerasan hebat di area kepala.

Air di Paru-paru, Dugaan 'Dry Drowning'

Temuan paling mencolok berada di rongga dada dan paru-paru. Tim menemukan cairan bercampur darah sekitar 150 cc pada masing-masing paru-paru.

Saat dibelah, paru-paru mengeluarkan banyak air. Pemeriksaan mikroskopis menemukan gelembung udara (gang) yang menjadi ciri khas fenomena dry drowning.

"Air masuk secara pasif ke paru-paru saat korban masih bernapas. Artinya, ketika air itu masuk, korban masih hidup," jelas dr. Leo.

"Fenomena dry drowning terjadi saat seseorang mengalami asfiksia karena masuknya air ke paru-paru tanpa tubuh benar-benar terendam, situasi yang jarang ditemukan," pungkasnya.

Selesai proses autopsi, jenazah Dwi Putri langsung dipulangkan ke keluarganya di Lampung atas perintah Polsek Batu Ampar.

Editor: Yudha