Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dengan 'Berlayar', BI Kepri Beri Edukasi Digitalisasi Keuangan di Belakangpadang
Oleh : Aldy Daeng
Minggu | 16-11-2025 | 13:09 WIB
1000027999_copy_470x250.jpg Honda-Batam
BI Perwakilan Kepri melaksanakan Program Berlayar (Bersama Rayakan Festival Digital Masyarakat Kepulauan Riau) (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai memperluas ekosistem pembayaran digital hingga ke wilayah terluar. Langkah ini diawali dengan pelaksanaan Program 'Berlayar' (Bersama Rayakan Festival Digital Masyarakat Kepulauan Riau) yang untuk pertama kalinya digelar di Kecamatan Belakangpadang, Sabtu (15/11/2025) malam.

Belakangpadang, pulau kecil penuh sejarah yang dikenal sebagai "Pulau Penawar Rindu", merupakan cikal bakal perkembangan Kota Batam. Berada dekat Singapura dan Malaysia, kawasan ini menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara, terutama wisatawan lintas-batas (cross-border).

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, mengatakan pemilihan Belakangpadang sebagai lokasi perdana, sudah melalui proses perhitungan, baik dari segi ekonomi maupun geogro. Selain memiliki identitas budaya yang kuat, wilayah ini juga memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.

"Belakangpadang punya sejarah, punya identitas, dan punya potensi ekonomi besar. Kita ingin memperkuat daya tarik itu melalui digitalisasi," ujar Ardhienus.

Melalui kegiatan ini, BI mendorong perluasan penggunaan QRIS pada berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari UMKM, pedagang pasar, rumah makan, hingga layanan transportasi. BI juga tengah memetakan jumlah pengguna QRIS di Belakangpadang untuk melihat potensi peningkatan transaksi dari wisatawan lokal maupun asing.

"Data transaksi masih kami kompilasi, tetapi potensinya besar, apalagi dari wisatawan Singapura. Dengan konsep cross-border QRIS, wisatawan dapat bertransaksi langsung menggunakan pembayaran digital yang terintegrasi," jelasnya.

Daam Pojok Digital, BI memberikan edukasi keuangan digital kepada masyarakat, termasuk cara membuat rekening dan memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran. Meski begitu, BI menegaskan bahwa penggunaan QRIS tidak bersifat wajib.

"Kita tidak mewajibkan. Namun kita mengedukasi agar lebih banyak yang menggunakan QRIS. Sebagian pelaku usaha sudah punya, tinggal dioptimalkan pemakaiannya," ujarnya.

BI juga bekerja sama dengan perbankan untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan layanan keuangan digital, termasuk kepemilikan rekening sebagai syarat utama penggunaan QRIS.

Program Berlayar di Belakangpadang menjadi agenda pembuka yang akan diperluas ke pulau-pulau lainnya di Kepri. BI menilai digitalisasi pembayaran akan menjadi kunci penguatan ekonomi lokal, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki arus wisata dan perdagangan yang tinggi.

"Kita tidak menargetkan capaian transaksi tertentu selama dua hari kegiatan ini. Fokus utama adalah memperkenalkan dulu. Ini langkah awal agar masyarakat dan pelaku usaha semakin terbiasa dengan digitalisasi," kata Ardhienus.

Selain edukasi pembayaran digital, BI juga mulai mengidentifikasi blok-blok ekonomi lokal yang berpotensi dikembangkan melalui sistem cross-border dan layanan digital lainnya.

Dengan posisi geografis strategis dan pertumbuhan kunjungan wisatawan, BI optimistis digitalisasi ekonomi di Belakangpadang dapat menjadi model pengembangan ekonomi untuk pulau-pulau kecil lainnya di Kepulauan Riau.

Editor: Surya


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: