Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

REI Khusus Batam Dorong Ekosistem Properti Berkelanjutan, Fokus pada Pasar Milenial dan Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Oleh : Aldy
Kamis | 13-11-2025 | 12:28 WIB
Rakerda-Rei-Btm.jpg Honda-Batam
Rakerda REI Khusus Batam 2025 di Hotel Planet Holiday, Kamis (13/11/2025) mengusung tema

BATAMTODAY.COM, Batam - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menegaskan komitmennya membangun ekosistem properti yang berkelanjutan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 di Hotel Planet Holiday, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini mengusung tema "Sinergi Pembangunan Ekosistem Properti yang Berkelanjutan dalam Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Batam".

DPD REI Batam menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, lembaga vertikal, perbankan, hingga para pengembang anggota REI.

Ketua Panitia Rakerda, Fadila Octaroza, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon di Buana Central Park bersama Ketua Umum REI Indonesia, Joko Suranto, sebagai simbol komitmen terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

"Pada malam harinya, kami melanjutkan dengan welcome dinner bersama pihak perbankan dan mitra REI untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi," ujar Octa.

Dalam sambutannya, Ketua Umum REI Indonesia Joko Suranto menegaskan bahwa Rakerda menjadi momentum refleksi dan penguatan organisasi. Ia menyoroti tiga fokus utama, yakni evaluasi kinerja, perbaikan program, serta penguatan koordinasi dan komunikasi.

"Kalau kita tidak mampu mengevaluasi, maka kita tidak tahu apakah jalan kita sudah benar atau tidak. Evaluasi penting agar organisasi tetap on the track," ujar Joko.

Ia menambahkan, hasil Rakerda tidak akan bermakna tanpa komunikasi dan koordinasi antarpengurus serta antarwilayah. "Tanpa komunikasi, semua ide hanya akan berhenti di pemikiran," tegasnya.

Joko juga mencontohkan pentingnya silaturahmi informal, seperti melalui grup "Kopi Batam" yang menjadi wadah komunikasi efektif antaranggota. Menurutnya, pertumbuhan industri properti hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang terbuka dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPD Khusus REI Batam Robinson Tan menuturkan bahwa Rakerda tahun ini difokuskan untuk menyinergikan program kerja REI dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama pasca terbitnya PP 25 dan PP 28.

"Kedua regulasi ini strategis karena memberikan kemudahan perizinan, termasuk Amdal dan izin lain yang kini dapat diproses di daerah. Ini akan mempercepat pengembangan proyek dan mendukung pertumbuhan sektor properti," jelas Robinson.

Menurutnya, REI Batam akan merancang program kerja yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, agar sektor properti berkembang selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertumbuhan properti di Batam tahun ini dinilai positif, dan diharapkan terus meningkat seiring pesatnya pembangunan industri dan infrastruktur. Para pengembang mulai berinovasi menghadirkan produk hunian modern dan ramah lingkungan, menyesuaikan dengan kebutuhan pasar milenial.

Robinson mencatat, segmen milenial kini mendominasi 50-60 persen pasar properti Batam. Karena itu, REI Batam mulai fokus mengembangkan hunian yang terjangkau dan sesuai gaya hidup generasi muda.

Namun, tantangan masih ada, terutama tingginya backlog perumahan di Batam. Untuk mengatasi hal ini, REI mendukung program pemerintah dalam pembangunan tiga juta rumah, guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

"Melalui Rakerda 2025, kami menegaskan komitmen membangun sektor properti yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kelestarian lingkungan," ujar Robinson.

Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, pengembang, dan sektor perbankan, Batam akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau di masa depan.

Editor: Gokli