Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Gelar EKSiS 2025, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah untuk Pemerataan Ekonomi Nasional
Oleh : Aldy
Sabtu | 08-11-2025 | 14:48 WIB
EKSiS-2025.jpg Honda-Batam
OJK bersama pelaku industri keuangan syariah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait menggelar Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, 6-9 November 2025. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri keuangan syariah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait menggelar Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, 6-9 November 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Keuangan Syariah untuk Semua, Kesejahteraan untuk Bangsa” sebagai upaya memperkuat literasi, inklusi, dan ekosistem keuangan syariah nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Keuangan syariah memberikan banyak manfaat, mulai dari pemerataan ekonomi, distribusi kekayaan yang lebih adil melalui zakat, infak, dan sedekah, hingga mendorong stabilitas dan inklusivitas ekonomi nasional," ujar Friderica saat pembukaan EKSiS 2025, Sabtu (8/11/2025).

Friderica menjelaskan, industri keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan total aset mencapai Rp 3.050 triliun atau meningkat 11,3 persen (yoy). Aset tersebut terdiri atas perbankan syariah Rp 975,9 triliun, pasar modal syariah Rp1.896,2 triliun, dan industri keuangan nonbank syariah Rp 178,7 triliun.

Meski tumbuh pesat, Friderica menilai masih terdapat empat tantangan utama dalam pengembangan keuangan syariah yang disebut sebagai 4P: Pengembangan produk, Penetrasi pasar, Pemerataan akses, dan Pemahaman masyarakat.

"Kita perlu terus memperluas layanan, memperkuat inovasi, dan meningkatkan edukasi agar masyarakat makin percaya pada produk keuangan syariah," imbuhnya.

Selain pameran produk keuangan syariah, EKSiS 2025 juga menghadirkan seminar, talk show, dan kegiatan edukatif interaktif yang bertujuan mendekatkan keuangan syariah kepada masyarakat luas, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menuturkan, Indonesia memiliki lebih dari 57 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah dan menjadi motor utama pemerataan ekonomi.

"Dengan metode konvensional, mustahil menjangkau seluruh pelaku UMKM. Karena itu, digitalisasi menjadi kebutuhan untuk memastikan pemerataan akses," ujar Maman.

Ia mengungkapkan bahwa kementeriannya tengah menyiapkan Sistem Aplikasi Pelaku UMKM (Sapa UMKM), sebuah super app nasional yang akan menjadi platform komunikasi dan pengaduan bagi pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. "Sapa UMKM akan menjadi penghubung antara kementerian, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam satu sistem digital terintegrasi," jelasnya.

Maman juga mengapresiasi dukungan OJK melalui penerbitan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, yang dinilainya sebagai kebijakan penting untuk memperluas akses pendanaan syariah dan memperkuat perlindungan usaha kecil.

"POJK 19 menjadi payung kebijakan yang memperkuat keberpihakan negara terhadap UMKM dan memperluas ekosistem pembiayaan syariah," tegasnya.

EKSiS 2025 di Jakarta menjadi puncak rangkaian ekspo keuangan syariah nasional yang sebelumnya diselenggarakan di Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram. Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperluas layanan keuangan berbasis prinsip syariah secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam pembukaan acara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, perwakilan Dewan Syariah Nasional MUI Mokhamad Hidayat, serta sejumlah pimpinan lembaga, termasuk Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi dan Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M Ismail Riyadi.

Melalui pelaksanaan EKSiS 2025, OJK menegaskan komitmennya untuk memperluas akses dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi, inovasi, serta digitalisasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang adil, inklusif, dan berdaya saing global.

Editor: Gokli