Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

20 Finalis WISH 2025 Pamer Inovasi di Depan Investor, Dorong Kolaborasi Pariwisata Berkelanjutan
Oleh : Redaksi
Rabu | 22-10-2025 | 13:08 WIB
WISH-2025.jpg Honda-Batam
20 finalis WISH 2025 memamerkan inovasi dan strategi bisnis mereka di hadapan calon investor dalam ajang Demoday WISH 2025 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025). (Kemenpar)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sebanyak 20 finalis program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2025 memamerkan inovasi dan strategi bisnis mereka di hadapan calon investor dalam ajang Demoday WISH 2025 yang digelar di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program pengembangan kapasitas usaha pariwisata yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan platform kewirausahaan KUMPUL. Melalui ajang tersebut, para pelaku usaha pariwisata berkesempatan menjalin kemitraan strategis, memperoleh pendanaan, dan memperluas akses pasar.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menekankan pentingnya kemampuan branding dan copywriting bagi pelaku usaha dalam menarik minat investor serta meningkatkan nilai produk. "Saya berharap pertemuan hari ini tidak berhenti di acara ini saja, tapi berlanjut menjadi kerja sama yang berkelanjutan. Jadikan momen ini sebagai pintu awal untuk membangun relasi," ujar Rizki.

Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kemenpar, Hanifah Makarim, menjelaskan Demoday merupakan tahap yang paling dinanti para finalis setelah melalui proses kurasi ketat dari lebih dari 400 pendaftar. Para peserta juga telah mengikuti pelatihan intensif dan pendampingan selama beberapa bulan sebelum akhirnya tampil di hadapan para investor.

"Kami mengundang investor, akses pasar, dan mitra potensial dengan harapan akan ada yang 'bertemu jodoh'. Tugas kami adalah mempertemukan para pelaku usaha dengan investor yang tepat," ujar Hanifah.

Hanifah menambahkan, program WISH hadir untuk menjawab dua tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha pariwisata, yakni akses permodalan dan akses pasar. Melalui kolaborasi dengan KUMPUL, Kemenparekraf berharap WISH dapat mendorong pelaku industri pariwisata agar mampu "naik kelas" dan bersaing di pasar global.

"Kami akan terus memantau perkembangan para finalis agar hasil kegiatan ini berdampak jangka panjang. Semoga WISH membawa manfaat luas bagi ekosistem pariwisata nasional," imbuhnya.

Sementara itu, Founder dan Chairperson KUMPUL, Faye Wongso, mengatakan bahwa Demoday WISH 2025 diselenggarakan bersamaan dengan KUMPUL Connect for Change Summit 2025, yang mengusung tema "Building Bridges for Sustainable Change".

"Tema besar ini sejalan dengan semangat WISH yang menekankan pentingnya keberlanjutan. Program ini bukan hanya tentang peningkatan kapasitas, tapi juga membangun koneksi untuk menciptakan dampak nyata," ujar Faye.

Faye menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mempresentasikan ide dan inovasi bisnisnya di depan investor, mitra pasar, serta calon kolaborator. "Hari ini bukan akhir dari perjalanan WISH, melainkan awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kreatif untuk menciptakan pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," tambahnya.

Sejumlah lembaga dan perusahaan turut hadir sebagai calon investor dan mitra potensial, antara lain Traveloka, Smesco Indonesia, Gayo Capital, Supernova Ecosystem, ACMI & Ramurasa Cooking Studio, Wahyoo Ventures, Panorama Destination, Tiket.com, Atourin, Indonesia Gastronomy Network, Sweet Capital, serta KADIN ITH.

Adapun 20 pelaku usaha finalis yang tampil pada Demoday antara lain: Keren Ayu, Joglo Ayu Tenan, Abhati Solo, Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, Sewish & Rich, Indria Tapis Gallery, PT Salaku Cara Enak Makan Salak, PT Yuksri Prima Indonesia, Diest Special Needs, Stella’s Corner, PT Ririens Food Indonesia, Ramen Jawi Yogyakarta, Borneo Escape, DigiTiket, Insan Wisata Kids, Pranala Travel & Leisure, Rakata Alam Terbuka, Watashi Travel, Manggis Travel, dan PT Gundanesia Sri Bhuwana.

Editor: Gokli