Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kredit Tumbuh 12,26 Persen, Perbankan Kepri Catat Kinerja Tertinggi se-Sumatera
Oleh : Aldy
Senin | 29-09-2025 | 14:28 WIB
Sinar-Danandjaya.jpg Honda-Batam
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Industri perbankan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang semester I-2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri melaporkan, pertumbuhan kredit mencapai 12,26 persen, tertinggi di antara provinsi lain di Sumatera.

Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, mengatakan capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kepri yang tembus 7,14 persen, juga yang tertinggi di Sumatera. "Selain kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kepri juga tumbuh 14,89 persen, menjadi yang tertinggi di Sumatera," ujar Sinar, Senin (29/9/2025).

Sinar menjelaskan, perbankan Kepri yang terdiri dari bank umum konvensional maupun syariah mengalami peningkatan di hampir semua indikator. Total aset mencapai Rp 167,4 triliun atau naik 11,34 persen (yoy), lebih tinggi dari nasional yang hanya 6,43 persen.

DPK tercatat Rp 98,46 triliun atau tumbuh 10,73 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional 6,96 persen. Penyaluran kredit mencapai Rp 57,58 triliun dengan pertumbuhan 12,26 persen, jauh di atas nasional 7,77 persen. Tingkat kredit bermasalah (NPL) pun turun menjadi 3,31 persen dari 3,84 persen pada Juni 2024.

"Kredit untuk UMKM pun melesat 14,6 persen menjadi Rp 14,39 triliun," jelasnya.

Bank umum syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) juga mencatat tren positif. Aset mencapai Rp 16,19 triliun atau tumbuh 10,04 persen, melampaui capaian nasional 7,83 persen. DPK naik 7,19 persen menjadi Rp 8,89 triliun, sementara pembiayaan melonjak 15,15 persen menjadi Rp 11,1 triliun.

Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat hanya 1,30 persen, lebih rendah dari nasional 2,24 persen. Tak hanya itu, penyaluran pembiayaan UMKM syariah meningkat signifikan hingga 30,62 persen menjadi Rp 1,33 triliun.

Di sektor BPR dan BPRS, pertumbuhan juga terlihat agresif. Aset BPR/S di Kepri naik 14,22 persen menjadi Rp 12,69 triliun, dengan kredit meningkat hampir 20 persen menjadi Rp 10,27 triliun. NPL BPR/S tercatat 6,42 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional 12,73 persen.

Sementara itu, BPRS mencatat aset Rp 366 miliar atau tumbuh 24,91 persen, DPK Rp 220 miliar naik 24,29 persen, dan pembiayaan Rp 336 miliar naik 19,15 persen. Rasio NPF BPRS Kepri berada di level 7,05 persen, lebih baik dibandingkan nasional 10,36 persen.

Sinar menegaskan, OJK akan terus mendorong industri perbankan di Kepri untuk memperluas akses pembiayaan sektor prioritas, khususnya UMKM, serta memperkuat perlindungan konsumen dan literasi keuangan masyarakat.

"Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan di Kepri semakin kuat. Kami berharap sektor perbankan terus berkontribusi optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.

Editor: Gokli