Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Bosnia Teken Kerja Sama Penerbitan Prangko Bersama, Simbol Diplomasi Budaya dan Persahabatan
Oleh : Redaksi
Kamis | 25-09-2025 | 13:48 WIB
prangko-bersama.jpg Honda-Batam
Indonesia-Bosnia Herzegovina resmi menandatangani Arrangement on Joint Issue Stamps, secara virtual itu berlangsung pada Selasa (23/9/2025). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dan Bosnia Herzegovina resmi menandatangani Arrangement on Joint Issue Stamps yang menandai babak baru kerja sama bilateral di bidang filateli dan diplomasi budaya. Penandatanganan secara virtual itu berlangsung pada Selasa (23/9/2025) dan disaksikan langsung dari KBRI Sarajevo.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menandatangani dokumen tersebut dari Jakarta. Sementara itu, acara turut disaksikan secara virtual oleh Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina, Manahan M P Sitompul, serta General Director BH Post, Adis Sehic, yang hadir langsung di KBRI Sarajevo.

"Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Bosnia Herzegovina. Melalui penerbitan prangko bersama, kedua negara menyampaikan pesan universal tentang keimanan, solidaritas, dan perdamaian," ujar Dubes Manahan.

Ikon Masjid Istiqlal dan Masjid Istiklal Jadi Simbol Persahabatan

Arrangement tersebut menjadi dasar penerbitan prangko bersama yang akan menampilkan dua ikon penting: Masjid Istiqlal di Jakarta dan Masjid Istiklal di Sarajevo. Kedua bangunan megah itu dipilih sebagai simbol persahabatan antarbangsa.

"Prangko bersama ini tidak hanya bernilai filateli, tetapi juga diplomasi budaya yang memperkuat hubungan masyarakat kedua negara," kata Adis Sehic.

Momentum Sejarah dan Perjalanan Diplomasi
Penandatanganan ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 31 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Bosnia Herzegovina, serta menjadi pra-acara 25 Tahun Peresmian Masjid Istiklal Sarajevo pada 2026.

Dubesi menegaskan bahwa momentum ini menunjukkan kedekatan emosional kedua bangsa. "Kerja sama ini bukan hanya soal prangko, tetapi juga komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan persaudaraan yang sudah terjalin lama," tuturnya.

Proses negosiasi penyusunan Arrangement telah berlangsung sejak 2024 melalui pertukaran draf dan desain antara kedua pihak. Dokumen yang ditandatangani akan dikirimkan ke BH Post untuk dilakukan counter-sign sebelum diimplementasikan penuh.

"Kami berharap kerja sama ini dapat membuka jalan bagi kolaborasi lain di bidang ekonomi kreatif dan budaya, sehingga hubungan bilateral semakin kokoh," tambah Dubes Manahan.

Editor: Gokli