Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perkuat Diplomasi Ekonomi di Brasil, Indonesia Tekankan Sinergi Mineral Kritis dengan Amlatkar
Oleh : Redaksi
Selasa | 23-09-2025 | 10:28 WIB
INA-LAC-2025.jpg Honda-Batam
Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission 2025 yang digelar di Sao Paulo, Brasil, pada 22-23 September 2025. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menegaskan komitmen memperluas diplomasi ekonomi di kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission 2025 yang digelar di Sao Paulo, Brasil, pada 22-23 September 2025. Forum dagang ini dihadiri lebih dari seratus pengusaha dari kawasan Amlatkar dan menjadi wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, dalam sambutan virtual menekankan bahwa misi bisnis ke-7 ini merupakan langkah nyata diversifikasi pasar non-tradisional. Ia menilai kawasan Amlatkar strategis bagi Indonesia karena potensi besar di sektor pangan, energi, pertanian, dan mineral kritis.

"Kawasan Amlatkar memiliki cadangan mineral melimpah, terutama lithium, sementara Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Jika digabungkan, kita punya masa depan yang menjanjikan. Karena itu, kita perlu platform bersama agar mineral kritis tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah demi kemakmuran rakyat kita," ujar Havas.

Ia juga mendorong agar keberhasilan Critical Raw Mineral Producing Countries (CRM) Dialogue yang berlangsung di Jakarta pada Juni 2025 dapat direplikasi bersama negara-negara Amlatkar.

Ketua delegasi Indonesia, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Acep Somantri, menegaskan bahwa misi ini lebih dari sekadar pertemuan dagang. "INA-LAC Business Mission ke-7 adalah peluang membuka kolaborasi baru di sektor otomotif, energi terbarukan, industri kreatif, pertanian, dan mineral kritis, sekaligus memperluas akses ke pasar Amlatkar melalui platform seperti G77, GNB, FEALAC, Mercosur, dan BRICS," tuturnya.

Komitmen kuat Indonesia di kawasan tercermin dari intensitas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Peru dan Brasil dalam kurun kurang dari satu tahun. Selain itu, Indonesia memperkuat kemitraan dengan menandatangani dua perjanjian dagang komprehensif (CEPA) bersama Chile dan Peru.

Ketua Umum KADIN, Anindya Bakrie, dalam sambutan video menegaskan peran misi bisnis sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dengan Amlatkar. "INA-LAC tidak hanya soal peningkatan perdagangan dan investasi, tetapi juga membangun ikatan antarmasyarakat. Brasil dan negara-negara Amlatkar lain membuka peluang besar di bidang energi, infrastruktur, dan agroindustri," ucap Anindya.

Sementara itu, Executive Secretary Kementerian Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Brasil, Marcio Fernando Elias Rosa, menilai kemitraan Indonesia-Amlatkar saling melengkapi. "Dengan keunggulan masing-masing, kedua kawasan memiliki peluang kerja sama yang kuat. Penting bagi kita untuk menghadapi tantangan global melalui multilateralisme dan perdagangan bebas," katanya.

Penyelenggaraan INA-LAC Business Mission ke-7 menegaskan bahwa jarak geografis dan perbedaan bahasa bukan lagi menjadi hambatan bagi kerja sama Indonesia dan kawasan Amlatkar.

Editor: Gokli