Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bea Cukai Batam Luncurkan Inovasi Digital, Permudah Layanan dan Dongkrak Penerimaan Negara
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 22-09-2025 | 12:08 WIB
BC-BTM3.jpg Honda-Batam
Bea Cukai Batam menghadirkan layanan berbasis digital yang lebih sederhana --sistem CEISA 4.0-- pengguna jasa kini cukup mengunggah dokumen secara digital tanpa perlu lagi membawa berkas fisik ke kantor. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bea Cukai Batam terus bertransformasi dengan menghadirkan layanan berbasis digital yang lebih sederhana, cepat, dan efisien. Inovasi ini tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga mempermudah masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem perdagangan bebas yang sehat dan kompetitif di Batam.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, menuturkan salah satu terobosan yang sudah berjalan adalah Dokumen Pelengkap Pabean Online. Melalui sistem CEISA 4.0, pengguna jasa kini cukup mengunggah dokumen secara digital tanpa perlu lagi membawa berkas fisik ke kantor.

"Dengan cara ini, pengguna jasa tidak hanya menghemat waktu dan biaya perjalanan, tetapi juga mendukung gerakan eco office karena mengurangi penggunaan kertas. Transformasi sederhana ini membuat proses bisnis lebih lancar sekaligus mendukung penerapan konsep Eco Green Office di Bea Cukai Batam," ujar Zaky, Senin (22/9/2025).

Inovasi lain adalah skema Pengeluaran Tanpa Stripping untuk kontainer Less than Container Load (LCL). Melalui aplikasi ION Beta, satu permohonan online memungkinkan kontainer langsung keluar tanpa perlu dibongkar jika seluruh dokumen ditujukan ke penerima yang sama.

"Terobosan ini menghemat biaya bongkar, mempercepat arus logistik, dan memberi kepastian waktu bagi importir," tambahnya.

Kemudahan juga diberikan lewat sistem Single Submission Quarantine-Customs (SSMQC). Dokumen cukup diunggah sekali melalui portal INSW, lalu diteruskan otomatis ke sistem Bea Cukai dan Karantina. Pemeriksaan pun dapat dilakukan bersamaan sehingga mempercepat pelayanan.

Selain itu, Bea Cukai Batam tengah menyiapkan layanan baru seperti Frontdesk Online dan Redress Manifes Online, yang memungkinkan permohonan diajukan dan dipantau tanpa harus datang langsung ke kantor. "Dengan layanan ini, biaya dan waktu pengguna jasa semakin hemat serta transparansi pelayanan semakin terjamin," jelas Zaky.

Transformasi juga dilakukan lewat program EPIC 100 (Excellence Partners in Customs 100), yaitu layanan prioritas bagi 100 perusahaan mitra di Batam. Program ini memberi asistensi kepabeanan secara menyeluruh dan telah mendapat apresiasi dari sejumlah perusahaan, seperti PT Timas Suplindo, PT Musim Mas, dan PT Sat Nusapersada Tbk.

Tak hanya korporasi besar, Bea Cukai Batam juga aktif mendampingi UMKM melalui program Customs Visit Customer serta pelatihan ekspor. Program ini diharapkan mampu membuka akses pasar global bagi produk unggulan Batam.

Inovasi pelayanan terbukti memberi dampak positif pada penerimaan negara. Hingga 15 September 2025, Bea Cukai Batam mencatat penerimaan Rp 624,54 miliar atau 138,07% dari target tahunan, dengan pertumbuhan 115,23% year on year.

Peningkatan juga terlihat dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai skor 92,96 pada semester I-2025, naik dari 88,07 di periode yang sama tahun lalu.

"Kami ingin pelayanan Bea Cukai Batam tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga ramah, transparan, dan memberi manfaat nyata. Dengan inovasi ini, kami berharap pengguna jasa lebih fokus mengembangkan usaha, sementara Bea Cukai memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan," pungkas Zaky.

Editor: Gokli