Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Gagas Program Link and Match Sektor Industri dan Pertanian
Oleh : Redaksi
Senin | 22-09-2025 | 11:08 WIB
Airlangga-TSTH2.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga, saat meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (19/9/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Humbang Hasundutan - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya strategi terpadu dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

Menurutnya, upaya itu bukan hanya menjaga produksi, melainkan juga membangun rantai nilai hortikultura dari hulu ke hilir, mulai dari pembinaan petani, riset varietas unggul, hingga perluasan akses pasar ekspor.

"Perlu strategi terpadu yang tidak hanya menjaga produksi, tetapi juga memperkuat rantai nilai hortikultura, mulai dari pembinaan petani, riset varietas unggul, hingga akses pasar ekspor," ujar Airlangga saat meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (19/9/2025).

Airlangga menekankan bahwa TSTH2 harus menjadi pusat riset bibit unggul pertanian sekaligus lokasi budidaya hortikultura berskala internasional. Kunjungan tersebut juga dihadiri perwakilan industri makanan dan minuman (mamin) seperti Unilever dan PepsiCo untuk menjajaki potensi kolaborasi dengan petani, terutama dalam komoditas kentang dan kedelai hitam.

"Kita berharap banyak dengan hilirisasi pertanian. Tidak bisa ada hasil pertanian yang baik tanpa teknologi ataupun riset di pembibitan. Genome sequencing adalah hal baru. Jadi, ada dua hal yang akan kami dorong menjadi keunggulan ke depan, yakni genome sequencing dan pemanfaatan AI serta semikonduktor," jelas Airlangga.

Ia juga menyoroti peran hortikultura dalam mendukung industri makanan-minuman, kesehatan, dan herbal. Dengan populasi besar dan selera pasar beragam, nilai pasar industri mamin Indonesia pada periode 2024-2025 mencapai USD 109,9 miliar, menyumbang 7,2% terhadap PDB nasional serta 41,5% pada PDB industri nonmigas.

"Untuk itu, kami mengapresiasi dibangunnya TSTH2 di Humbang Hasundutan. Kawasan ini diharapkan mampu mendukung riset dan hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal dan hortikultura, sebagai bahan baku industri farmasi dan industri makanan-minuman," katanya.

Lebih jauh, program Link and Match antara sektor industri dan pertanian yang digagas Kemenko Perekonomian disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong hilirisasi berbasis sumber daya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Tentu saya berharap bahwa TSTH ini betul-betul bisa mengembangkan genome sequencing dan produk yang bisa langsung link and match dengan industrinya. Kami akan terus mendorong industri yang membutuhkan bahan baku agro untuk mengembangkan bibit unggulnya," pungkas Airlangga.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, antara lain Ketua Dewan Energi Nasional Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Humbang Hasundutan Oloan Nababan, serta Rektor Institut Teknologi Del Arnaldo Sinaga.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: