Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menko Airlangga Sebut Ekspor ke Uni Eropa Bisa Naik Dua Kali Lipat Usai IEU-CEPA dan Kemenangan Gugatan WTO
Oleh : Redaksi
Kamis | 18-09-2025 | 13:48 WIB
airlangga4.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa bisa meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan, menyusul kemenangan gugatan di WTO dan segera ditandatanganinya perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Airlangga menyebut, putusan WTO pada Januari 2025 yang memenangkan gugatan Indonesia atas diskriminasi Uni Eropa terhadap produk sawit dan biofuel, menjadi bukti kuatnya diplomasi perdagangan nasional. Momentum ini akan diperkuat dengan penandatanganan full agreement IEU-CEPA akhir September 2025.

"Dengan IEU-CEPA, 80 persen produk Indonesia yang masuk ke Uni Eropa akan dikenakan tarif 0 persen, begitu juga sebaliknya. Kita berharap perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa bisa naik dari USD30 miliar menjadi USD60 miliar dalam lima tahun mendatang," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Meski demikian, Airlangga menekankan tantangan berikutnya adalah memastikan ekspor Indonesia berstandar hijau, berkelanjutan, dan tetap kompetitif. Menurutnya, kondisi perekonomian domestik yang solid menjadi modal penting. Pada kuartal II 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen (yoy), inflasi terkendali di level 2,31 persen, PMI manufaktur ekspansif di angka 51,5, neraca perdagangan surplus USD 4,17 miliar, serta konsumsi dan investasi yang meningkat.

Airlangga juga mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan 17 paket kebijakan, termasuk program magang enam bulan bagi lulusan baru dengan insentif setara UMP di sektor padat karya, hotel, restoran, dan kafe. "Kami ingin memastikan link and match antara pendidikan dengan industri berjalan, sehingga lulusan bisa langsung terserap," jelasnya.

Untuk memperkuat fondasi jangka panjang, pemerintah mengoptimalkan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan ekonomi digital, transisi energi, serta ekonomi hijau. Airlangga mencontohkan pemanfaatan energi surya (photovoltaic) untuk menopang kebutuhan data center yang semakin besar seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Peta jalan menuju net zero emission sudah kami siapkan dengan lima pilar strategis, mulai dari energi terbarukan, energi baru, elektrifikasi, efisiensi energi, hingga teknologi carbon capture and storage. Semua ini untuk memastikan transformasi energi berjalan terarah," tegasnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah juga menargetkan peningkatan tenaga kerja hijau hingga 3 persen pada 2029 melalui program reskilling dan upskilling. "Menuju Indonesia Emas 2045, kita butuh SDM tangguh agar teknologi bisa diimplementasikan dengan lebih cepat dan terjangkau," pungkasnya.

Editor: Gokli