Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Dorong IKM Kerajinan Perkuat Identitas Jenama untuk Tembus Pasar Global
Oleh : Redaksi
Senin | 15-09-2025 | 11:08 WIB
IKM-Kerajinan.jpg Honda-Batam
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggencarkan upaya memperkuat identitas jenama (brand identity) bagi industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan agar produk lokal semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global.

"Nilai budaya yang tercermin dari produk kerajinan Indonesia merupakan sebuah kekuatan. Kekuatan ini akan lebih efektif pemanfaatannya jika didukung dengan strategi lain, termasuk penguatan identitas jenama," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (14/9/2025).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan kerajinan berbasis budaya memiliki keunikan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas bangsa. "Kerajinan lokal karya para perajin tidak lepas dari nilai budaya setempat. Inilah yang membuat produk kita diminati luas sekaligus menjadi medium promosi budaya Indonesia ke dunia," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Ditjen IKMA menggelar webinar bertajuk 'Karya, Cerita, dan Identitas: Membangun Brand Identity Produk Kerajinan Unggulan' pada akhir Agustus lalu. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Dekranas ke-45, menghadirkan pakar ekspor UMKM dari CBI Belanda, Liena Mahalli, serta CEO IKM Studio Dapur, Mega Puspita.

Menurut Reni, identitas jenama yang kuat bukan hanya mempertegas ciri khas produk, melainkan juga menciptakan ikatan emosional dengan konsumen. "Ini salah satu strategi pemasaran yang ampuh untuk memperkuat posisi IKM kerajinan di pasar, baik domestik maupun internasional," jelasnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menambahkan pendampingan rutin melalui pelatihan daring mampu memicu ide kreatif pelaku IKM. "Kami berharap IKM kerajinan dapat memperkuat positioning jenama agar lebih otentik dan sesuai arah pengembangan bisnis. Selera konsumen kini condong pada produk orisinal, ramah lingkungan, dan berdampak sosial --karakteristik yang dimiliki kerajinan Indonesia," katanya.

Dalam paparannya, Liena Mahalli mencontohkan keberhasilan sebuah jenama kecil di Eropa yang mendunia berkat kekuatan identitas. Ia berpesan agar IKM peka terhadap karakter pasar serta adaptif terhadap perubahan zaman.

Sementara itu, Mega Puspita menegaskan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan inovasi. "Masa depan kerajinan Indonesia bukan soal memilih tradisi atau inovasi, melainkan perpaduan keduanya," tuturnya.

Dengan strategi ini, Kemenperin optimistis kerajinan nasional tak hanya menjadi kebanggaan dalam negeri, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.

Editor: Gokli