Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PT Timah Gelar Pelatihan Terpadu untuk Tingkatkan Kompetensi Karyawan
Oleh : Freddy
Sabtu | 31-01-2026 | 09:28 WIB
3101_pelatihan-pt-timah-2026.jpg Honda-Batam
PT Timah Tbk menggelar pelatihan terpadu bagi karyawannya sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja. (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bangka - PT Timah Tbk menggelar pelatihan terpadu bagi karyawannya sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja. Pelatihan tersebut mencakup Training of Trainer (ToT), Diklat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bersertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan, serta pelatihan teknis penyusunan standar operasional prosedur (SOP).

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah Tbk Ratih Mayasari di Pemali Learning Center PT Timah Tbk, Selasa (27/1/2026). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Elius Gani, Direktur PT Mitra Sinergi Internasional Rini Apriliani, serta instruktur dari PT Fresh Galang Mandiri.

Ratih Mayasari mengatakan, pelatihan ini memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perusahaan. Program ToT, menurut dia, dirancang untuk menyiapkan instruktur internal yang mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada karyawan lainnya.

Adapun pelatihan penyusunan SOP bertujuan memastikan setiap proses bisnis memiliki panduan kerja yang sistematis dan dapat diterapkan di lapangan. “SOP sering terlihat sederhana, tetapi menjadi dokumen utama yang diperiksa ketika terjadi suatu insiden. Penyusunannya membutuhkan pemahaman mendalam terhadap proses bisnis,” kata Ratih.

Ia juga menekankan pentingnya Diklat P3K sebagai keterampilan dasar bagi karyawan, terutama dalam menghadapi potensi kecelakaan kerja maupun kondisi darurat lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepulauan Bangka Belitung Elius Gani mengapresiasi langkah PT Timah Tbk dalam menyelenggarakan pelatihan P3K sebagai bagian dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Menurut dia, program tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

"Kami berharap K3 tidak hanya menjadi aturan, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja. Dengan kompetensi yang memadai, pekerja dapat mengenali potensi bahaya sejak dini," ujar Elius.

Ia berharap PT Timah Tbk dapat terus konsisten melaksanakan pelatihan K3 untuk mendukung target nihil kecelakaan kerja.

Salah satu peserta pelatihan, Andry Eka Saputra, mengatakan pelatihan ini memberikan manfaat langsung, khususnya bagi karyawan yang bekerja di lapangan. "Dalam kondisi darurat, pekerja lapangan adalah pihak pertama yang harus bertindak. Pelatihan ini membantu kami agar dapat merespons dengan tepat," kata Andry, yang bertugas di wilayah Bangka Selatan.

Ia berharap pelatihan serupa, termasuk ToT dan pelatihan tanggap darurat, dapat dilakukan secara berkala agar kompetensi pekerja tetap terjaga.

Editor: Gokli