Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Europe Business Forum 2025 di Oslo Dorong Investasi Energi Terbarukan
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 12-09-2025 | 11:48 WIB
PLN-Saltfoss.jpg Honda-Batam
Penandatanganan MoU antara PLN Indonesia Power dan Saltfoss Energi, Denmark. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menegaskan komitmennya mempercepat transisi energi melalui Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) 2025 di Oslo, Norwegia, pada 8-9 September.

Forum ini mempertemukan 16 instansi Norwegia dan Denmark dengan delegasi Indonesia untuk memperkuat sinergi investasi energi baru terbarukan (EBT) dan industri hijau.

Acara yang mengusung tema 'Indonesia–Europe Synergy for New and Renewable Energy' merupakan kelanjutan dari IEBF Berlin pada awal September. Delegasi RI dipimpin Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Dindin Wahyudin.

"Transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi Indonesia. Kami membutuhkan kemitraan yang menggabungkan investasi, teknologi, dan inovasi. Eropa, dengan teknologi energi bersih yang maju, adalah mitra strategis," tegas Dindin dalam forum, demikian dikutip laman Kemlu.

Indonesia memiliki cadangan energi terbarukan lebih dari 28 gigawatt panas bumi, radiasi surya rata-rata 4,8 kWh/m2 per hari, serta sumber daya hidro dan biomassa di berbagai wilayah. Namun, pemanfaatannya memerlukan skema pembiayaan kreatif, transfer teknologi, dan pembangunan infrastruktur.

Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan investasi energi hingga 2060 mencapai USD 1.108 miliar atau sekitar USD 28,5 miliar per tahun. Sementara PLN membutuhkan USD 188 miliar sesuai RUPTL 2025-2034 untuk pembangunan pembangkit EBT, modernisasi jaringan transmisi, dan distribusi. Karena keterbatasan APBN, investasi asing menjadi faktor krusial.

Norwegia, anggota International Partners Group dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP), telah mengucurkan investasi perdana sebesar USD 29,6 juta melalui Norfund Climate Investment Fund. Dana ini bagian dari komitmen total sekitar USD 250 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia.

Duta Besar RI untuk Norwegia, Teuku Faizasyah, menekankan besarnya potensi Indonesia dalam energi bersih. "Forum ini adalah jembatan antara teknologi dan sumber daya, serta antara modal dan peluang. Dengan menyatukan kekuatan, kita bisa bergerak lebih cepat dan mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan," ujarnya.

Momentum kerja sama kian nyata dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN Indonesia Power dan Saltfoss Energi, Denmark, untuk kajian pemanfaatan teknologi nuklir generasi baru.

Selain sesi panel, diskusi tematik tentang blended finance, serta business matching, delegasi Indonesia juga melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas energi terbarukan di Oslo.

Editor: Gokli