Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Dorong Mahasiswa Samarinda Melek Investasi, Ingatkan Risiko dan Bahaya Ikut-ikutan
Oleh : Aldy
Jum\'at | 12-09-2025 | 09:48 WIB
OJK-Samarinda.jpg Honda-Batam
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, saat Kuliah Umum di Universitas Mulawarman (Unmul), Kamis (11/9/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Samarinda - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar bijak dalam berinvestasi dan tidak terjebak sekadar ikut-ikutan tren. Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan pemahaman literasi keuangan merupakan modal utama sebelum memulai investasi. "Tentu secara khusus kami mengarahkan pada sivitas akademika dan mahasiswa, karena literasi ini akan menjadi modal awal sebelum berinvestasi secara baik, cermat, dan bijak," ujar Hasan saat Kuliah Umum di Universitas Mulawarman (Unmul), Kamis (11/9/2025).

Hasan mengingatkan mahasiswa agar selalu memahami tujuan serta risiko investasi yang dipilih. Menurutnya, kesalahan kerap terjadi karena banyak orang hanya mengikuti tren tanpa mengenali produk investasi secara mendalam.

"Kalau mau berinvestasi di saham, harus mengenal dulu karakter sahamnya. Jangan hanya ikut-ikutan lalu terjebak pada pilihan yang keliru," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mempelajari karakteristik instrumen investasi secara menyeluruh, baik saham maupun aset kripto, serta menghindari fenomena Fear of Public Opinion (FOPO) atau ikut arus pendapat orang lain.

"Kalau sudah ahli di saham, jangan langsung masuk ke kripto tanpa belajar. Tetap pelajari dengan baik sampai cukup paham dan dewasa dalam mengambil keputusan," tambah Hasan.

Turut hadir dalam Kuliah Umum tersebut Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Parjiman, Wakil Rektor Unmul Lambang Subagiyo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT BEI Irvan Susandy, Direktur Kliring dan Penjaminan PT KPEI Antonius Herman Azwar, serta Kepala Divisi Hubungan Internasional dan Dalam Negeri PT KSEI Rasmi Maryda Ramyakim.

Wakil Rektor Unmul, Lambang Subagiyo, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai dapat menambah wawasan mahasiswa terkait pasar modal dan aset digital. "Harapan kami para mahasiswa mendapatkan literasi yang baik tentang cara mengelola keuangan, berinvestasi, memproteksi aset, serta memahami risiko yang ada," tutur Lambang.

Selain kuliah umum, SEPMT 2025 juga menggelar Coaching Clinic TPAKD dan Bursa Karbon, Sosialisasi Pasar Modal Syariah, hingga Coaching Clinic IPO di Balikpapan. Ribuan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan ini yang juga menjadi bagian dari peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Melalui SEPMT 2025, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (BEI, KPEI, dan KSEI) menegaskan komitmen memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi pasar modal, serta mendorong pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Gokli