Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Targetkan FTA dengan GCC Rampung Akhir 2025, Ekspor Berpotensi Naik 17 Persen
Oleh : Redaksi
Senin | 08-09-2025 | 10:28 WIB
GCC-TTA.jpg Honda-Batam
Putaran ketiga perundingan Indonesia-GCC FTA yang berlangsung hibrida pada 1-5 September 2025. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menargetkan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) tuntas secara substantif pada akhir 2025.

Optimisme itu menguat setelah putaran ketiga perundingan Indonesia-GCC FTA yang berlangsung hibrida pada 1-5 September 2025 menunjukkan kemajuan signifikan.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI, Djatmiko Bris Wijtaksono, menegaskan pentingnya fleksibilitas kedua belah pihak untuk mempercepat penyelesaian isu-isu kunci.

"Putaran ketiga perundingan merupakan langkah mempercepat penyelesaian. Kami mendorong tercapainya titik tengah, khususnya pada isu-isu pokok yang menjadi kepentingan bersama. Ini akan menjadi pilar penguatan kemitraan jangka panjang Indonesia dengan GCC," ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Isu strategis yang dibahas meliputi perdagangan barang, jasa, investasi, hingga ketentuan asal barang. Selain itu, turut dibahas kerja sama ekonomi, penguatan usaha kecil dan menengah (UKM), serta ekonomi halal.

Menurut Djatmiko, keberhasilan perundingan ini diyakini membuka lebih banyak peluang pasar kawasan Timur Tengah bagi produk unggulan Indonesia. "Keberhasilan perjanjian ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperluas akses pasar, tidak hanya ke negara Teluk, tetapi juga ke Timur Tengah, Afrika, dan Eropa," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Perunding Indonesia sekaligus Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Danang Prasta Danial, menyebut adanya capaian konkret. "Indonesia dan GCC berhasil mencapai kesepakatan pada isu Movement of Natural Person (MNP) serta kemajuan pada teks runding. Untuk mempercepat proses, akan ada pertemuan intersesi sebelum putaran keempat," jelas Danang.

Data Kemendag mencatat, FTA dengan GCC berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi Indonesia hingga USD 258,40 juta. Bahkan, ekspor ke kawasan Teluk diperkirakan naik 17,4 persen, khususnya pada produk elektronik, kulit, logam, manufaktur, dan tekstil.

Pada Januari-Juni 2025, total perdagangan Indonesia-GCC tercatat USD 7,9 miliar, dengan ekspor Indonesia mencapai USD 4 miliar. Komoditas ekspor utama meliputi kendaraan bermotor, minyak sawit, perhiasan, hingga mineral, sementara impor didominasi minyak mentah, gas, besi, dan belerang.

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis FTA Indonesia-GCC akan menjadi tonggak penting memperkuat hubungan dagang sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Editor: Gokli