Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wamen Nezar Patria Tegaskan Jurnalisme Profesional Penjernih Hoaks dan Penjaga Persatuan Bangsa
Oleh : Redaksi
Rabu | 03-09-2025 | 09:28 WIB
Wamen-Nezar7.jpg Honda-Batam
Wamenkomdigi Nezar Patria, dalam Silaturahmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Balai Pelatihan dan Pengembangan TIK Kementerian Komdigi, Cikarang, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan jurnalisme profesional harus menjadi garda depan dalam melawan derasnya arus hoaks, disinformasi, dan misinformasi di ruang digital. Ia menyebut peran pers sangat penting sebagai penjernih informasi sekaligus pilar pemersatu bangsa.

"Jurnalisme profesional bisa menjadi rumah penjernih informasi. Wartawan yang bekerja menjernihkan informasi, mengembalikan integritas dari informasi yang beredar di tengah kekacauan informasi digital," kata Nezar dalam Silaturahmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Balai Pelatihan dan Pengembangan TIK Kementerian Komdigi, Cikarang, Sabtu (30/8/2025).

Nezar menegaskan, disiplin verifikasi adalah batas tegas yang membedakan jurnalisme dengan konten media sosial. "Kalau ditanya apa kualitas dari sebuah informasi, jawabannya akurasi. Nomor dua akurasi. Nomor tiga juga akurasi. Inilah yang harus kita jaga agar jurnalisme tetap relevan dan dipercaya publik," tandasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan insan pers dalam menghadapi dominasi platform media sosial dan perubahan model bisnis industri media. "Persatuan menjadi sangat penting, bukan hanya bagi PWI, tetapi juga bagi ekosistem pers nasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menekankan kekuatan pers sebagai penentu arah sejarah bangsa. "Kemerdekaan Indonesia diakui dunia bukan hanya karena proklamasi, tetapi karena diplomasi kata-kata yang dibawa wartawan. Pers bukan sekadar pemberi informasi, tetapi pilar peradaban," tegasnya.

Komaruddin menambahkan, informasi bagi masyarakat ibarat makanan pokok. "Jika informasinya sehat, masyarakat akan tumbuh kuat. Tapi jika beracun, ia bisa merusak tatanan sosial dan politik. Disinilah tanggung jawab besar wartawan: menjaga kohesi sosial dan persatuan bangsa dari Aceh sampai Papua," ujarnya.

Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus PWI, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya, serta tokoh-tokoh pers nasional. Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat langkah bersama untuk menjaga keberlanjutan media dan memperkokoh demokrasi Indonesia di era digital.

Editor: Gokli