Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pesawat Latih Milik FASI Jatuh di Bogor, Tewaskan Petinggi TNI AU Marsma Fajar Adiyanto
Oleh : Redaksi
Minggu | 03-08-2025 | 15:32 WIB
Pesawt_latih_jatuh.jpg Honda-Batam
Pesawat latih milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/2025) pagi WIB (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Sebuah pesawat latih milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Nomor Registrasi PK-S216 jatuh di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/2025) pagi WIB. Dilaporkan pilot meninggal dunia di lokasi.

Pilot itu adalah Marsma Fajar Adriyanto yang menjabat Kapoksahli Kodiklatau. "Ya Mas, benar beliau (Marsma TNI Fajar)," kata Kadispen AU Marsekal Pertama (Marsma) TNI I Nyoman Suadnyana, Minggu (3/8/2025).

Fajar Adriyanto dikenal dekat dengan awak media karena pernah menjabat sebagai Kadispenau sebelum menjabat Kapoksahli Kodiklatau.

Pesawat Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 diterbangkan oleh Fajar sebagai pilot dan Roni di kursi kopilot. Roni sendiri mengalami luka berat.

Pesawat tampak ringsek dengan moncong depan terlihat copot. Armada itu tampak tergeletak di lahan kosong dengan beberapa bagian tampak patah dan cockpit terbuka.

Pesawat jatuh di ladang perkebunan dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Desa Benteng. Warga yang menyaksikan insiden itu langsung bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah warga berusaha mengangkat badan pesawat latih tersebut. Kini, di lokasi sudah terpasang police line.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI, induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU," ungkap Nyoman.

Nyoman menyebut dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) Nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat ini telah menjalani inspeksi dan dinyatakan layak terbang.

Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB. Penerbangan dilakukan untuk misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.

Pada 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.

TNI AU bersama petugas gabungan langsung mengevakuasi dua penerbang. Lokasi jatuhnya pesawat juga diamankan dengan garis pengaman.

"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," ucap Nyoman.

"TNI AU menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semangat, keteladanan, dan pengabdian beliau akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga langit Indonesia," ujarnya.

Editor: Surya