Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua MPR Sebut Fenomena Pengibaran Bendera Bajak Laut One Piece, Hanya Ekpresi Kreativitas
Oleh : Irawan
Minggu | 03-08-2025 | 14:08 WIB
0308_bendera-one-peace_3834877882.jpg Honda-Batam
Marak fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece di bawah bendera merah putih, menjelang peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani meyakini masyarakat Indonesia memiliki jiwa nasionalisme dan cinta Tanah Air meski belakangan marak fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece di bawah bendera merah putih, menjelang peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus.

"Saya kira itu ekspresi kreativitas, ekspresi, dan inovasi. Pasti hatinya adalah 'merah putih', semangatnya 'merah putih'," kata dia saat ditemui di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (3/8/2025).

Muzani mengatakan HUT ke-80 RI merupakan hari yang sangat penting dalam perjalanan sebuah bangsa.

Dirinya meyakini masyarakat Indonesia memiliki semangat nasionalisme untuk mengibarkan bendera merah putih dalam rangka menunjukkan rasa syukur atas usia baru tanah air.

"Kami percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia mencintai negeri ini, mencintai bangsa ini, dan mensyukuri atas kemerdekaan itu," katanya.

Ketua MPR RI itu pun mengajak masyarakat untuk merenungi kembali perjuangan bapak pendiri bangsa dengan mengibarkan bendera merah putih.

"Saya kira kecintaan rakyat Indonesia kepada Merah Putih tidak akan tertukar dengan apa pun. Saya meyakini itu," ujarnya menegaskan.

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan pengibaran bendera serial manga dan animasi One Piece di berbagai daerah yang tengah ramai saat ini.

Bima menilai, hal tersebut hanya salah satu bentuk ekspresi dan kreativitas masyarakat.

"Menurut saya dalam negara demokrasi ekspresi itu wajar, sejauh hal itu tidak bertentangan dengan konstitusi," kata Bima Arya saat melakukan kunjungan kerja di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dikutip dari Antara, Sabtu (2/8/2025).

Mantan wali kota Bogor tersebut menilai aksi pengibaran bendera karakter manga One Piece tersebut bisa saja merupakan bentuk kritik terhadap situasi di negara.

Tetapi, ia mengingatkan agar penyampaian kritik tetap disampaikan secara jelas dalam bentuk ekspektasi atau aspirasi.

"Kalaupun ada ekspresi (pengibaran bendera) One Piece, maka kami melihatnya sebagai ekspresi atau ekspektasi dan sebagai bahan masukan tentunya," tambahnya.

Meski demikian, Bima menegaskan bendera yang wajib dikibarkan di seluruh penjuru Indonesia saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 hanyalah bendera Merah Putih.

Ia menyampaikan, Presiden Prabowo sudah meminta para menteri untuk berada di perbatasan negara dan mengibarkan bendera Indonesia.

Bima Arya menilai pengibaran bendera One Piece tidak berbeda dengan bendera berbagai organisasi yang kerap dikibarkan masyarakat, seperti bendera Pramuka, Palang Merah Indonesia (PMI), atau cabang olahraga tertentu.

"Tidak ada yang melarang mengibarkan bendera, kecuali bendera-bendera organisasi yang dilarang. Ideologi yang dilarang itu enggak boleh," tegas Bima Arya

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan fenomena sebagian warga dari berbagai daerah yang mengibarkan bendera One Piece menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI.

One Piece merupakan sebuah seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Eiichiro Oda. Seri manga yang menceritakan petualangan Monkey D. Luffy menjadi raja bajak laut itu terbit sejak 22 Juli 1997 sampai sekarang.

Setahun kemudian, manga itu lantas diadaptasi menjadi serial animasi video dan tayang sampai sekarang. Kisah One Piece tidak hanya tentang pencarian harta karun, tetapi juga tentang impian dan kebebasan.

Editor: Surya