Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Prabowo Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Libur Tambahan Perayaan HUT RI ke-80
Oleh : Redaksi
Minggu | 03-08-2025 | 08:08 WIB
0308_hut-ri-ke-80_2389348.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memberikan keterangan pers di Istana Negara (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari libur nasional tambahan, agar masyarakat memperoleh waktu luang untuk menyemarakkan HUT Ke-80 RI.

"Banyak hadiah di bulan kemerdekaan, pemerintah akan menjadikan 18 Agustus 2025, satu hari setelah upacara peringatan dan pesta rakyat karnaval kemerdekaan, hari Senin tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari yang diliburkan," ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dikutip, Sabtu (2/8/2025).

Ia mengatakan, penetapan hari libur ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat menyelenggarakan berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan, seperti perlombaan, karnaval, dan acara rakyat lainnya, di masing-masing tempat tinggal mereka.

Juri berharap momentum ini dapat membangkitkan semangat optimisme, kebersamaan, dan kreativitas masyarakat dalam membangun bangsa yang sejahtera dan maju.

"Perlombaan-perlombaan dihidupkan dan dikaitkan dengan semangat membangun kebersamaan serta mendorong kreativitas," katanya.

Presiden Prabowo, kata Juri, juga mengimbau agar semarak peringatan kemerdekaan tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga digelorakan di seluruh daerah.

Menurut Juri, libur tambahan perayaan HUT RI sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menyambut kemerdekaan, pemerintah juga menetapkan hari libur tambahan.

Ia kembali menegaskan, bahwa hal ini memberi keleluasaan dan kesempatan bagi masyarakat untuk menggelar perlombaan dan kegiatan lain dalam menyemarakkan peringatan HUT RI.

"Pemerintah akan menjadikan 18 Agustus 2025, satu hari setelah upacara peringatan detik-detik proklamasi, Pesta Rakyat, Karnaval Kemerdekaan, hari Senin, tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari yang diliburkan," tuturnya.

Seluruh Lapisan Masyarakat

Sementara itu, Pemerintan sendiri akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, bukan di IKN Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Terkait hal ini, pemerintah mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta mengikuti rangkaian HUT yang akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Wamensesneg, Juri Ardiantoro, rangkaian upacara pada 17 Agustus mendatang akan diisi dengan sejumlah kegiatan yang dikemas secara inklusif dan semarak.

"Undangan yang akan kami sebar sebagian besar kami alokasikan menurut arahan Bapak Presiden untuk masyarakat umum. Jadi dari 8.000 undangan atau 8.000 peserta upacara, 80 persen-nya adalah masyarakat umum," ujar Juri.

“Di sinilah menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-80 RI benar-benar bersifat inklusif,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi dalam peringatan di Istana dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui website pandang.istanapresiden.go.id.

Wamensesneg mengatakan bahwa masyarakat dapat melakukan pendaftaran mulai 4 Agustus 2025.

"Jadi kepada masyarakat umum, kami ingin mengimbau jika berminat menjadi peserta Upacara Detik-Detik Proklamasi Ke-80, nanti siap-siap untuk war undangan HUT ke-80 RI mulai tanggal 4 Agustus 2025," katanya.

Selain menghadiri upacara di Istana, Juri turut mengajak masyarakat untuk menghidupkan semangat kemerdekaan melalui kegiatan perlombaan, gotong royong, dan perayaan budaya di lingkungan masing-masing. Pemerintah mengajak sekolah, kampus, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, hingga sektor swasta untuk memasang bendera merah putih, umbul-umbul, serta atribut HUT RI sepanjang bulan Agustus.

"Kami mengimbau untuk menyebarluaskan dan mengenakan atribut HUT RI seperti yang kami kenakan saat ini. Kemudian juga kami mengimbau untuk mengadakan berbagai perlombaan dan kegiatan budaya dengan penuh sukacita. Dan jangan lupa juga di momentum bulan kemerdekaan untuk melakukan gotong royong, kerja bakti, membersihkan lingkungan, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya untuk membuat lingkungan menjadi bersih dan nyaman," ucap Wamensesneg.

Pemerintah pun berharap dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, peringatan kemerdekaan tahun ini dapat menjadi momentum untuk membangun semangat nasionalisme serta menguatkan komitmen bersama menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan maju.

"Mari kita buat peringatan ke-80 Republik Indonesia benar-benar hikmat, meriah, penuh sukacita, penuh kegembiraan, dan membangun optimisme masyarakat ke depan," tutupnya.

Editor: Surya